PANTURA NETWORK -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Surakarta membuka akses literasi sejarah bagi masyarakat melalui kegiatan bedah buku novel Menghadang Kubilai Khan karya A.J. Susmana yang digelar akhir Juli 2026.
Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Dispersip Surakarta, Jalan Hasanuddin No. 112, Banjarsari. Acara tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Ketua panitia, Dr. Sawitri, mengatakan bedah buku ini dirancang sebagai forum edukatif yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: THE PRINT Luncurkan Buku Prabowonomics, Bahas Arah Ekonomi Indonesia Emas 2045
Menurut dia, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap literasi sejarah yang dikemas melalui karya sastra populer.
Novel Menghadang Kubilai Khan mengangkat peristiwa penting abad ke-13 saat ekspansi Kekaisaran Mongol di bawah Kubilai Khan mengancam Jawa. Cerita tersebut menyoroti dinamika politik Kerajaan Singhasari hingga awal berdirinya Majapahit.
Pada narasi novel, sosok Raden Wijaya digambarkan menggunakan strategi diplomasi untuk menghadapi kekuatan Mongol, yang kemudian menjadi titik penting dalam sejarah Nusantara.
Baca Juga: Festival Literasi Jateng 2026 Hadirkan Tere Liye dan Pameran Manuskrip Ulama
Sawitri menyebut, pendekatan cerita yang menggabungkan fakta sejarah dan gaya bertutur yang ringan membuat materi sejarah lebih mudah dipahami oleh pembaca luas.
Ia menambahkan, melalui diskusi dalam bedah buku, peserta tidak hanya memahami peristiwa sejarah, tetapi juga menggali nilai-nilai seperti kepemimpinan, keberanian, dan persatuan.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong minat baca masyarakat terhadap karya sastra sejarah," kata Sawitri.
Baca Juga: Tak Berhenti di Bedah Rumah, Taj Yasin Siapkan Masa Depan Anak Penerima RTLH
Panitia menargetkan kegiatan ini dapat menjangkau pelajar, mahasiswa, guru, hingga komunitas literasi di Solo dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar publik yang terbuka.
Artikel Terkait
Penjual Ayam Asal Sragen Sabet Gelar S2 Ilmu Hukum di UNISRI Surakarta, ini Identitasnya
Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat di Jawa Tengah : Harapan Baru di SRMA 17 Surakarta
Pemkab Kudus Bersama Jaker Kudus Segera Gelar Diskusi dan Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” Di Rumdis Wabup Kudus Bellinda
Tangani Kesehatan Mental, Wagub Jateng Dorong Posyandu Plus Surakarta Jadi Percontohan
Posyandu Surakarta Buka Akses Konsultasi Psikolog, Nawal Yasin Beri Apresiasi