Bedah Buku "Menghadang Kubilai Khan" di Solo, Dispersip Buka Akses Literasi Sejarah Gratis untuk Publik

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 21 Juli 2026 | 11:54 WIB
Pamflet Bedah Buku Kubilai Khan di Gedung Dispersip Surakarta (Istimewa for Pantura Network)
Pamflet Bedah Buku Kubilai Khan di Gedung Dispersip Surakarta (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Surakarta membuka akses literasi sejarah bagi masyarakat melalui kegiatan bedah buku novel Menghadang Kubilai Khan karya A.J. Susmana yang digelar akhir Juli 2026.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Dispersip Surakarta, Jalan Hasanuddin No. 112, Banjarsari. Acara tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Ketua panitia, Dr. Sawitri, mengatakan bedah buku ini dirancang sebagai forum edukatif yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: THE PRINT Luncurkan Buku Prabowonomics, Bahas Arah Ekonomi Indonesia Emas 2045

Menurut dia, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap literasi sejarah yang dikemas melalui karya sastra populer.

Novel Menghadang Kubilai Khan mengangkat peristiwa penting abad ke-13 saat ekspansi Kekaisaran Mongol di bawah Kubilai Khan mengancam Jawa. Cerita tersebut menyoroti dinamika politik Kerajaan Singhasari hingga awal berdirinya Majapahit.

Pada narasi novel, sosok Raden Wijaya digambarkan menggunakan strategi diplomasi untuk menghadapi kekuatan Mongol, yang kemudian menjadi titik penting dalam sejarah Nusantara.

Baca Juga: Festival Literasi Jateng 2026 Hadirkan Tere Liye dan Pameran Manuskrip Ulama

Sawitri menyebut, pendekatan cerita yang menggabungkan fakta sejarah dan gaya bertutur yang ringan membuat materi sejarah lebih mudah dipahami oleh pembaca luas.

Ia menambahkan, melalui diskusi dalam bedah buku, peserta tidak hanya memahami peristiwa sejarah, tetapi juga menggali nilai-nilai seperti kepemimpinan, keberanian, dan persatuan.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong minat baca masyarakat terhadap karya sastra sejarah," kata Sawitri.

Baca Juga: Tak Berhenti di Bedah Rumah, Taj Yasin Siapkan Masa Depan Anak Penerima RTLH

Panitia menargetkan kegiatan ini dapat menjangkau pelajar, mahasiswa, guru, hingga komunitas literasi di Solo dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar publik yang terbuka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X