Penguatan Kader PKK Jepara Dorong Percepatan Imunisasi Balita

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB
Sejumlah peserta Pentingnya Imunisasi di Pendopo Kabupaten Jepara nampak antusias menyimak materi, Selasa (14/7/2026). (Istimewa for Pantura Network)
Sejumlah peserta Pentingnya Imunisasi di Pendopo Kabupaten Jepara nampak antusias menyimak materi, Selasa (14/7/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Sebanyak 160 kader Kelompok Kerja (Pokja) IV desa dan kelurahan bersama tokoh masyarakat di Kabupaten Jepara mendapat penguatan kapasitas guna mendukung program kejar imunisasi balita.

Penguatan kapasitas tersebut digelar di Pendopo Kartini Jepara pada Selasa (14/7/2026), diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jepara. Peserta terdiri atas kader Pokja IV, pengurus TP PKK, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.

Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Jepara, Devi Amirudin, menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Baca Juga: Ketika Kader PKK Jateng Belajar Mengolah Lele Tanpa Duri dan Tidak Amis

Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada keluarga.

"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta mampu menjadi penggerak di masyarakat dalam mendukung keberhasilan program kejar imunisasi balita," papar Devi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso melalui Ketua Bidang IV Emy Edy Marwoto menyampaikan, peningkatan cakupan imunisasi masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah masih adanya keraguan masyarakat serta beredarnya informasi yang tidak benar.

Baca Juga: Jateng Percepat Imunisasi, Tekan Lonjakan Suspek Campak hingga ke Desa

Emy menekankan pentingnya peran kader PKK sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat. Edukasi, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari posyandu hingga komunikasi langsung di lingkungan masyarakat.

"Peserta harus menjadi penyampai informasi yang benar. Masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh informasi yang keliru tentang imunisasi," tegas Emy.

Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program kejar imunisasi balita.

Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat, Santri Nailul Muna Jepara Ikuti Penyuluhan dan Cek Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis anak dr. Sylvi Anitasari, Sp.A., menjelaskan bahwa imunisasi berperan penting dalam membentuk kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Selain itu, imunisasi juga mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Ia menambahkan, anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal tetap dapat mengikuti program imunisasi kejar. Orang tua, kata dia, dapat menjadwalkan ulang vaksin yang terlewat.

"Jika ada imunisasi yang terlewat, orang tua dapat melakukan imunisasi kejar sesuai jadwal," terang Sylvi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X