Sementara itu, Petinggi Desa Tanggul Tlare, Kosnadi, mengungkapkan bahwa ancaman abrasi di wilayahnya bukan hal baru.
Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya
“Abrasi mulai terasa sejak tahun 1988. Dahulu ada dukuh yang berjarak dua kilometer dari bibir pantai, namun kini sudah terkena abrasi dan direlokasi. Waktu itu sekitar 150 KK dipindahkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria
Saat ini, jarak dukuh terdekat ke bibir pantai tinggal sekitar 200 meter. Jika tidak ada penanganan serius, diperkirakan dalam 10 tahun ke depan, Dukuh Tanggul Tlare akan tenggelam sepenuhnya.
Baca Juga: Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek
Artikel Terkait
Jepara Teken Kerja Sama Antardaerah, Buka Peluang Kolaborasi Luas dengan Daerah Lain
Pj Sekda Jepara Perluas Cakupan Penerima MBG
Polres Jepara Gencar Sosialisasi Call Center 110 Polri Dan WhatsApp Siraju, Optimalkan Pelayanan Polisi untuk Masyarakat
Mendadak Banget, Ratusan Alumni UII Bikin Sesak Pendopo Jepara, Ternyata Karena ini
Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Bantu Pendidikan 9.708 Anak Jepara