Pantura Network, SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh akademisi Indonesia di kancah internasional. Herry Susanto, dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, terpilih sebagai salah satu penerima Australia Awards Fellowship dalam bidang pengendalian malaria.
Fellowship bergengsi ini berfokus pada penguatan upaya pengendalian malaria di Indonesia, khususnya di Papua yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan beban kasus malaria tertinggi di Tanah Air. Program ini menyoroti persoalan serius terkait resistensi obat antimalaria, termasuk infeksi zoonosis Plasmodium knowlesi yang belakangan kian mengemuka di kawasan Asia Tenggara.
Menurut laporan WHO, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus malaria terbesar kedua di Asia Tenggara, menjadikannya sebagai wilayah kunci dalam upaya pengendalian malaria regional. Ditambah lagi, perubahan iklim yang memperburuk penyebaran malaria turut meningkatkan urgensi penguatan sistem kesehatan nasional.
Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya
Melalui Australia Awards Fellowship ini, Herry Susanto bersama tim lintas institusi akan menjalankan berbagai program strategis, antara lain:
1. Mengkaji tingkat keparahan infeksi Plasmodium knowlesi serta respons pengobatan baik di tingkat lokal maupun global.
2. Memperkuat intervensi pendidikan kesehatan untuk pengendalian dan pencegahan malaria di Indonesia.
3. Meningkatkan kapasitas riset para penerima fellowship dalam mengembangkan sistem pemantauan infeksi dan resistensi obat malaria.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, PB PMII Bagi Dua Kambing di Kota Semarang
4. Mendorong pertukaran pengetahuan antarnegara.
5. Mempererat kolaborasi antara University of New South Wales (Australia) dengan berbagai institusi di Indonesia.
Fellowship ini juga menaruh perhatian pada isu kesetaraan gender, mengingat perempuan di daerah endemis seperti Papua seringkali lebih rentan terhadap dampak infeksi malaria. Melalui penguatan keterampilan riset dan kepemimpinan, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan Indonesia sekaligus mendukung keamanan kesehatan global secara berkelanjutan.
Selain Herry Susanto, tim penerima fellowship juga terdiri dari Mega Hasanul Huda (Universitas Indonesia), Vivian Nanny Lia Dewi (Universitas Aisyah Pringsewu), Rohmani (Politeknik Kesehatan Jayapura), dan Zeth Robeth Felle (Politeknik Kesehatan Jayapura).
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Grabak Magelang, Warga Diajak Kolaborasi
Artikel Terkait
Gus Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar Pastikan Stadion GBK Siap Menjadi Kandang Persijap di Liga 1
Hilirisasi Tambang untuk Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Jepara Tegaskan Dukungan terhadap Investasi yang Sudah Mengantongi Izin
DPK PRIMA Jepara Dukung Penuh Ketegasan Pemkab Jepara Soal Tambang Berizin dan Dorong Hilirisasi Tambang untuk Kesejahteraan Rakyat
19 Ruas Jalan Segera Mulus, DPRD Jepara Setujui Perubahan APBD 2025
Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya