Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:17 WIB
Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria (Dok)
Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria (Dok)

Pantura Network, SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh akademisi Indonesia di kancah internasional. Herry Susanto, dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, terpilih sebagai salah satu penerima Australia Awards Fellowship dalam bidang pengendalian malaria.

Fellowship bergengsi ini berfokus pada penguatan upaya pengendalian malaria di Indonesia, khususnya di Papua yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan beban kasus malaria tertinggi di Tanah Air. Program ini menyoroti persoalan serius terkait resistensi obat antimalaria, termasuk infeksi zoonosis Plasmodium knowlesi yang belakangan kian mengemuka di kawasan Asia Tenggara.

Menurut laporan WHO, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus malaria terbesar kedua di Asia Tenggara, menjadikannya sebagai wilayah kunci dalam upaya pengendalian malaria regional. Ditambah lagi, perubahan iklim yang memperburuk penyebaran malaria turut meningkatkan urgensi penguatan sistem kesehatan nasional.

Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya

Melalui Australia Awards Fellowship ini, Herry Susanto bersama tim lintas institusi akan menjalankan berbagai program strategis, antara lain:

1. Mengkaji tingkat keparahan infeksi Plasmodium knowlesi serta respons pengobatan baik di tingkat lokal maupun global.

2. Memperkuat intervensi pendidikan kesehatan untuk pengendalian dan pencegahan malaria di Indonesia.

3. Meningkatkan kapasitas riset para penerima fellowship dalam mengembangkan sistem pemantauan infeksi dan resistensi obat malaria.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, PB PMII Bagi Dua Kambing di Kota Semarang

4. Mendorong pertukaran pengetahuan antarnegara.

5. Mempererat kolaborasi antara University of New South Wales (Australia) dengan berbagai institusi di Indonesia.

Fellowship ini juga menaruh perhatian pada isu kesetaraan gender, mengingat perempuan di daerah endemis seperti Papua seringkali lebih rentan terhadap dampak infeksi malaria. Melalui penguatan keterampilan riset dan kepemimpinan, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan Indonesia sekaligus mendukung keamanan kesehatan global secara berkelanjutan.

Selain Herry Susanto, tim penerima fellowship juga terdiri dari Mega Hasanul Huda (Universitas Indonesia), Vivian Nanny Lia Dewi (Universitas Aisyah Pringsewu), Rohmani (Politeknik Kesehatan Jayapura), dan Zeth Robeth Felle (Politeknik Kesehatan Jayapura).

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Grabak Magelang, Warga Diajak Kolaborasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X