Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:21 WIB
Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek (Dok)
Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek (Dok)

Pantura Network, SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menorehkan prestasi di bidang riset nasional. Salah satu dosennya, Herry Susanto, bergabung dalam tim peneliti yang berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Hibah prestisius ini akan digunakan untuk mengembangkan inovasi pengendalian malaria di daerah endemis melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan epidemiologi, biomolekuler, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Penelitian ini bertujuan memberikan solusi komprehensif atas masih tingginya kasus malaria di sejumlah wilayah Indonesia. Dengan mengintegrasikan tiga pilar ilmu pengetahuan, tim peneliti akan mengkaji berbagai aspek penting terkait penyebaran, karakteristik, dan strategi pengendalian malaria secara lebih akurat dan efektif.

Baca Juga: Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria

Pendekatan Multidisiplin: Gabungan Ilmu untuk Pengendalian Malaria

Dari sisi epidemiologi, penelitian akan memetakan pola penyebaran penyakit, mengidentifikasi faktor risiko, serta menganalisis tren kasus malaria. Data epidemiologi ini menjadi landasan penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih terarah.

Sementara itu, pendekatan biomolekuler akan fokus pada analisis genetik parasit malaria dan vektor nyamuk penyebar penyakit. Melalui analisis ini, peneliti akan mengkaji tingkat resistensi parasit terhadap obat antimalaria serta resistensi vektor terhadap insektisida, yang nantinya menjadi dasar pengembangan terapi dan pengendalian vektor yang lebih efektif.

Tak kalah menarik, kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran kunci dalam menganalisis data kompleks dari hasil epidemiologi dan biomolekuler. Dengan dukungan algoritma AI, peneliti dapat memprediksi potensi wabah, mengidentifikasi area berisiko tinggi, serta membangun model simulasi untuk menguji berbagai skenario intervensi. Pemanfaatan AI diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data dalam upaya pengendalian malaria di lapangan.

Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya

Tim Peneliti Lintas Perguruan Tinggi

Riset kolaboratif ini dipimpin oleh Tri Nugraha Susilawati, PhD, dari Universitas Sebelas Maret sebagai ketua tim. Sementara anggota tim berasal dari berbagai institusi, yaitu:

Herry Susanto (Universitas Islam Sultan Agung/Unissula),

Vivian Nanny Lia Dewi (Universitas Aisyah Pringsewu),

Noviyati Rahardjo Putri (Universitas Sebelas Maret),

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X