Pantura Network, SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menorehkan prestasi di bidang riset nasional. Salah satu dosennya, Herry Susanto, bergabung dalam tim peneliti yang berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Hibah prestisius ini akan digunakan untuk mengembangkan inovasi pengendalian malaria di daerah endemis melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan epidemiologi, biomolekuler, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penelitian ini bertujuan memberikan solusi komprehensif atas masih tingginya kasus malaria di sejumlah wilayah Indonesia. Dengan mengintegrasikan tiga pilar ilmu pengetahuan, tim peneliti akan mengkaji berbagai aspek penting terkait penyebaran, karakteristik, dan strategi pengendalian malaria secara lebih akurat dan efektif.
Baca Juga: Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria
Pendekatan Multidisiplin: Gabungan Ilmu untuk Pengendalian Malaria
Dari sisi epidemiologi, penelitian akan memetakan pola penyebaran penyakit, mengidentifikasi faktor risiko, serta menganalisis tren kasus malaria. Data epidemiologi ini menjadi landasan penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih terarah.
Sementara itu, pendekatan biomolekuler akan fokus pada analisis genetik parasit malaria dan vektor nyamuk penyebar penyakit. Melalui analisis ini, peneliti akan mengkaji tingkat resistensi parasit terhadap obat antimalaria serta resistensi vektor terhadap insektisida, yang nantinya menjadi dasar pengembangan terapi dan pengendalian vektor yang lebih efektif.
Tak kalah menarik, kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran kunci dalam menganalisis data kompleks dari hasil epidemiologi dan biomolekuler. Dengan dukungan algoritma AI, peneliti dapat memprediksi potensi wabah, mengidentifikasi area berisiko tinggi, serta membangun model simulasi untuk menguji berbagai skenario intervensi. Pemanfaatan AI diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data dalam upaya pengendalian malaria di lapangan.
Baca Juga: Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya
Tim Peneliti Lintas Perguruan Tinggi
Riset kolaboratif ini dipimpin oleh Tri Nugraha Susilawati, PhD, dari Universitas Sebelas Maret sebagai ketua tim. Sementara anggota tim berasal dari berbagai institusi, yaitu:
Herry Susanto (Universitas Islam Sultan Agung/Unissula),
Vivian Nanny Lia Dewi (Universitas Aisyah Pringsewu),
Noviyati Rahardjo Putri (Universitas Sebelas Maret),
Artikel Terkait
Hilirisasi Tambang untuk Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Jepara Tegaskan Dukungan terhadap Investasi yang Sudah Mengantongi Izin
DPK PRIMA Jepara Dukung Penuh Ketegasan Pemkab Jepara Soal Tambang Berizin dan Dorong Hilirisasi Tambang untuk Kesejahteraan Rakyat
19 Ruas Jalan Segera Mulus, DPRD Jepara Setujui Perubahan APBD 2025
Bupati Jepara Minta Perencanaan OPD Lebih Inovatif Tidak Sekedar Copas Program Kegiatan Sebelumnya
Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria