Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jateng

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Senin, 2 Februari 2026 | 18:06 WIB
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jateng
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jateng

 

Panturanetwork.com - Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Tengah. Upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan peran bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga warga di tingkat komunitas hingga rumah tangga.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jawa Tengah di Kabupaten Wonosobo. 

Heri menekankan, persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif. Karena itu, kesadaran dan partisipasi publik perlu terus diperkuat melalui edukasi dan program berbasis masyarakat.

“Pengelolaan lingkungan hidup tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar program pelestarian berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar dia. 

Baca Juga: Lindungi Perempuan dan Anak di Jateng, Literasi HAM Perlu Digalakkan

Heri turut menyoroti jumlah lahan kritis di wilayah Jawa Tengah pada tiga tahun terakhir yang berkurang mencapai 75 ribu hektare. Dari 392 ribu hektare pada 2022 menjadi 317 hektare pada tahun 2024. 

Ilustrasi hutan
Ilustrasi hutan

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya mendorong pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan sosial. Konsep perhutanan sosial diharapkan selain memberikan dampak terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar, juga tetap menjaga kawasan hutan sebagaimana fungsinya.

Dia menyebut sejumlah tantangan lingkungan di Jateng masih perlu mendapat perhatian serius, antara lain persoalan sampah, pencemaran, kerusakan kawasan resapan air, serta menurunnya kualitas daerah aliran sungai. Menurutnya, persoalan tersebut dapat ditekan jika masyarakat dilibatkan secara langsung dalam langkah pencegahan dan penanganan.

Heri menilai gerakan pengelolaan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik, serta kegiatan penghijauan perlu diperluas dengan dukungan regulasi dan pendampingan yang memadai. Program seperti bank sampah dan kampung ramah lingkungan dinilai efektif jika dijalankan secara konsisten.

DPRD Jateng terus mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program lingkungan berbasis komunitas serta memperluas sosialisasi pola hidup ramah lingkungan. Selain itu, peran sekolah dan perguruan tinggi juga penting dalam membangun kesadaran sejak dini.

“Edukasi harus terus dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan menjadi budaya. Kalau kesadaran publik tumbuh, dampaknya akan besar bagi kualitas lingkungan kita,” kata politisi Partai Gerindra tersebut. 

Baca Juga: Aduan Warga Ditanggapi Cepat, Wagub Jateng Turun ke Banjir Tirto Pekalongan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X