PANTURA NETWORK -- Tragedi kebakaran yang melanda pabrik busa milik PT Chengki di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menyisakan duka mendalam. Insiden yang terjadi Sabtu (17/1/2026), itu menewaskan dua orang karyawan setelah mengalami luka bakar parah.
Dua korban meninggal dunia masing-masing Reza Kamdani (25), warga Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, dengan luka bakar mencapai 80 persen di bagian punggung, serta Diki Saputra (36), warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, yang mengalami luka bakar hingga 85 persen.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) bersama Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) dan jajaran kepala perangkat daerah melakukan takziah ke rumah keluarga korban, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: Gubernur Luthfi Jamin Obat dan Logistik, Speling Layani Warga Pengungsian
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Jepara Gus Hajar menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warganya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, kami turut berduka cita. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan," ujar Gus Hajar.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Gus Hajar juga menegaskan komitmen Pemkab Jepara untuk menjamin masa depan anak-anak korban kebakaran, khususnya dalam hal pendidikan dan jaminan kesehatan.
Baca Juga: Aduan Warga Ditanggapi Cepat, Wagub Jateng Turun ke Banjir Tirto Pekalongan
Ia secara khusus meminta Camat Mayong, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara untuk mengawal pemenuhan hak anak-anak korban hingga tuntas.
"Saya minta agar seluruh perangkat daerah terkait membantu dan memudahkan anak-anak korban dalam mengakses pendidikan dan jaminan kesehatan. Apa pun yang dibutuhkan, Pemkab Jepara akan hadir dan membantu," tegasnya.
Dari keterangan keluarga, Diki Saputra diketahui telah bekerja di pabrik busa PT Chengki selama sembilan tahun, sementara Reza Kamdani telah mengabdikan diri selama tujuh tahun. Keduanya dikenal sebagai pekerja yang tekun dan menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Juga: Pemprov Jateng Hadir di Wisuda Tahfidh, Santri Terima Apresiasi
Pada kunjungan tersebut, sejumlah lembaga turut hadir memberikan tali asih, di antaranya Baznas Kabupaten Jepara, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, sebagai bentuk empati dan dukungan bagi keluarga korban.
Artikel Terkait
Bupati Jepara dan Bupati Demak Bahas Revitalisasi Jalur Strategis Semarang-Demak-Jepara
Gerai Dekranasda Jepara Dibuka, Menyatukan Identitas Kerajinan dan Harapan UMKM Lokal
Ketika Kambing Jawa Randu Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Desa di Jepara
Ning Nawal Buka Galeri Dekranasda Jepara, UMKM Lokal Didorong Go Nasional
Pelayang Jepara Bersiap Tampil di Festival Layang-Layang Internasional Malaysia–Thailand 2026