Pemprov Jateng Hadir di Wisuda Tahfidh, Santri Terima Apresiasi

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Minggu, 1 Februari 2026 | 17:08 WIB
Pemprov Jateng Hadir di Wisuda Tahfidh, Santri Terima Apresiasi
Pemprov Jateng Hadir di Wisuda Tahfidh, Santri Terima Apresiasi

PEKALONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para penghafal Al-Qur’an melalui pemberian bisyaroh (insentif). Ini bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar menghadirkan keberkahan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan Acara Wisuda Tahfidh Qur’an Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an, di Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 1 Februari 2026.

“Pemerintah memberikan bisyaroh kepada orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an. Perkiraan saya, supaya APBD Jawa Tengah biar berkah,” ujar Gus Yasin, panggilan akrabnya, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi.


Ia menilai langkah tersebut diyakini dapat membawa keberkahan sehingga hasil pembangunan di Jawa Tengah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Gus Yasin menjelaskan perhatian pemerintah kepada para hafiz dan hafizah bukan sekadar bentuk penghargaan simbolik, melainkan bagian dari upaya menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, keberkahan menjadi salah satu faktor penting yang membuat pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya bisa menjangkau masyarakat secara luas, meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Suami Hj.Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) itu menuturkan, capaian santri dalam menghafal Al-Qur’an sebaiknya tidak berhenti pada momentum wisuda. Para santri didorong untuk terus melanjutkan dan memperdalam hafalan serta pemahaman, karena Al-Qur’an mengandung banyak cabang ilmu yang dapat menjadi bekal dalam berbagai aspek kehidupan.

Gus Yasin menekankan, hafalan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat ayat, tetapi juga berkaitan dengan penghayatan terhadap makna dan kandungannya.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, dapat menjadi benteng bagi umat Islam sekaligus pedoman dalam berdakwah, bersikap, dan menjalani kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar para orang tua terus mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk menjaga serta meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an.

“Capaian putra-putri panjenengan jangan habis sampai di sini. Hafalan Al-Qur’an itu bukan hanya menghafal, tetapi di dalamnya ada turunan ilmu yang sangat luas,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, KH Habib Ali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam acara tersebut.

Ia berharap pengalaman belajar para santri di pesantren benar-benar menjadi sumber ilmu yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.

KH Habib Ali juga menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan seperti wisuda tahfidh menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan keagamaan di Jawa Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X