PANTURA NETWORK -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk tahun 2025 telah mencapai angka signifikan, yakni 436.986 pekerja dari total alokasi 631.569 orang.
Di Kabupaten Boyolali, pencairan BSU juga menunjukkan hasil positif, dengan 12.535 pekerja menerima bantuan, setara dengan 68,3% dari jumlah alokasi 18.366 orang.
Setiap penerima BSU mendapatkan bantuan senilai Rp600.000 untuk dua bulan, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Taj Yasin Dorong Anak Muda Berkarya di Sektor Pertanian
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kunjungannya mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kantor Pos Indonesia Cabang Boyolali, mengingatkan kepada para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan bijak.
"Pesan saya, gunakan untuk kesejahteraan, jangan digunakan untuk hal-hal negatif seperti judi online," tegas Luthfi, Jumat (18/7/25).
Bantuan Subsidi Upah ini pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2020 dan telah menjangkau lebih dari 2 juta pekerja di Jawa Tengah.
Baca Juga: Pekan Agrobisnis Digital dan Inovasi 2025 : Petani Milenial Sambut Era Baru Pertanian di Temanggung
Tujuan utama dari pemberian bantuan ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan yang ada.
"Kita perlu memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan digunakan untuk kebutuhan yang produktif. Pengawasan dari dinas ketenagakerjaan sangat penting untuk mencapai tujuan ini," tambah Luthfi.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menekankan pentingnya penggunaan BSU untuk kegiatan produktif.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk Kesejahteraan Rakyat
"Saya minta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk ikut memonitor agar bantuan ini terlaksana dengan baik dan tidak disalahgunakan," ujar Gibran.
Sejumlah penerima BSU menyampaikan rasa syukur atas bantuan ini. Triningsih Sri Wulandari, seorang tenaga honorer di SMPN 2 Ampel, mengaku sangat terbantu.
"Bantuan ini sangat mendukung kebutuhan sehari-hari saya. Penghasilan sebagai honorer tidak mencukupi, jadi bantuan ini sangat berarti," katanya.
Artikel Terkait
BULOG Jateng Mulai Distribusikan Beras SPHP ke Pasar, Target Capai 158 Ton Hingga Desember 2025
Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKKBN untuk Percepat Penanganan Stunting
Minim Progres Pembangunan Infrastruktur Sukoharjo dan Eromoko, Seketika Gubernur Jateng Sidak Kantor Dinas PU
9 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng
Sekretaris Gemira Jateng Bantah Statemen Cak Imin Bahwa Prabowo Meragukan Habib