Sekretaris Gemira Jateng Bantah Statemen Cak Imin Bahwa Prabowo Meragukan Habib

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 15 Juli 2025 | 16:00 WIB
Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Jawa Tengah, Ahmad Arofiq, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Jawa Tengah, Ahmad Arofiq, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (Menko PM RI), Muhaimin Iskandar menyatakan Presiden RI, Prabowo Subianto meragukan habib atau dzuriyah nabi jadi kontroversi.

Pernyataan itu, Cak Imin (sapaannya) sampaikan saat sambutan dalam pengukuhan PB IKA PMII periode 2025/2030 Kubu Fathan Subchi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (13/7/2025) malam.

Menurut Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Jawa Tengah, Ahmad Arofiq, pernyataan Cak Imin tidak berdasar dan mencoreng nama baik Prabowo Subianto.

Baca Juga: 9 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng

Selama ini, kata Gus Rofiq (sapaannya), Prabowo Subianto sama sekali tidak meragukan habib. Justru merangkul semuanya, baik habib, kyai, tokoh agama dan masyarakat, sebagai sesama warga negara Indonesia.

"Jika Cak Imin menyatakan seperti itu (Prabowo ragu habib), ya keliru. Karena sampai sekarang bapak Presiden merangkul semuanya. Jadi jangan berbicara sembarangan," papar Gus Rofiq kepada Pantura Network, Selasa (15/7/25).

Ia menunjukkan, seperti Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad bertemu dengan Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq, Februari 2025. Agenda ini sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dengan tokoh.

Baca Juga: Minim Progres Pembangunan Infrastruktur Sukoharjo dan Eromoko, Seketika Gubernur Jateng Sidak Kantor Dinas PU

Kemudian, Gus Rofiq menambahkan, sewaktu Idul Adha 2025, Presiden Prabowo menyumbangkan dua ekor sapi di Kabupaten Gresik. Satu untuk kurban di Masjid Robbach Ma’sum, satu lagi untuk peringatan Haul Habib Abu Bakar.

Lebih lanjut, ia menyayangkan pernyataan Cak Imin karena tidak mencerminkan sikap kenegarawanan sebagai pejabat publik. Sebab berpotensi memunculkan konflik horizontal antara simpatisan habib dan kyai.

Rofiq menyarankan, sebagai tokoh publik semestinya menjadi teladan dalam menjaga persatuan, bukan memperkeruh suasan. Apalagi Cak Imin pernah menjadi bagian dari dunia organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi : Tindakan Kekerasan dan Bullying Tidak Diterima Selama MPLS

"Kalimat yang disampaikan Cak Imin tidak berdasar, bahkan mengandung unsur provokatif dan kontroversi. Tolong lebih berhati-hati. Sebagai pejabat wajib menjaga etika dalam berbicara," pungkasnya.

Sebagai informasi, sewaktu sambutan di Kongres PB IKA PMII periode 2025/2030 Kubu Fathan Subchi, Cak Imin menyebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid bertindak tidak selaras dengan Prabowo Subianto.

Kata Cak Imin, Nusron Wahid adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) paling aktif di habib-habib, padahal Prabowo Subianto meragukan habib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X