Minim Progres Pembangunan Infrastruktur Sukoharjo dan Eromoko, Seketika Gubernur Jateng Sidak Kantor Dinas PU

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 15 Juli 2025 | 00:13 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Sukoharjo, Senin (14/7/25). (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Sukoharjo, Senin (14/7/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi inspeksi mendadak (sidak) di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Kota Surakarta, pada Senin (14/7/2025).

Sidak ini dilatarbelakangi oleh rendahnya progres pengerjaan infrastruktur jalan di wilayah Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri, yang baru mencapai enam persen, sementara daerah lain sudah menyelesaikan hingga 90 persen.

Kedatangan Luthfi ke Balai Pengelolaan Jalan Surakarta (BPJS) tanpa pemberitahuan sebelumnya ini dimaksudkan untuk mengecek langsung kondisi proyek.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi : Tindakan Kekerasan dan Bullying Tidak Diterima Selama MPLS

Setibanya di lokasi, ia menyapa satu per satu pegawai yang hadir dan segera memanggil Kepala Balai Pengelolaan Jalan Surakarta serta pejabat terkait untuk meminta penjelasan mengenai kemajuan proyek jalan di dua wilayah tersebut.

"Masyarakat sudah berteriak-teriak tentang kondisi jalan yang rusak. Mereka mengharapkan jalan yang mulus," ujar Ahmad Luthfi, Senin (14/7/25).

Pihaknya menyayangkan bahwa progres pengerjaan jalan di Sukoharjo dan Eromoko masih sangat minim, padahal target pembangunan di seluruh Jawa Tengah telah mencapai 90 persen.

Baca Juga: Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKKBN untuk Percepat Penanganan Stunting

Luthfi mengungkapkan kendala yang terjadi adalah penyesuaian suhu dengan aspal, dan ia menegaskan pentingnya meneliti masalah ini agar tidak menghambat pembangunan infrastruktur di wilayah lain.

"Infrastruktur untuk 2025 harus dipercepat. Jangan hanya 6 persen," terangnya.

Dalam waktu dekat, Luthfi berencana memanggil Kepala Dinas PU dan pejabat terkait untuk melakukan evaluasi lebih mendalam mengenai kendala yang dihadapi.

Baca Juga: Kampanyekan Pelestarian Lingkungan Melalui Kebumen Geopark Trail Run 2025

Menurutnya, spesifikasi proyek harus diubah agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "Masyarakat tidak mau tahu, mereka hanya ingin jalan yang mulus," tegasnya.

Tak hanya itu, Luthfi juga mengancam akan mengganti kontraktor yang dianggap menghambat pengerjaan jalan. "Jika ada kontraktor yang menghambat pembangunan, sebaiknya diganti. Saya tidak mau kerja-kerja yang asal-asalan," tambahnya.

Setelah sidak di Kantor DPU, Gubernur Luthfi bersama timnya langsung melakukan pengecekan di sejumlah jalan yang belum dikerjakan, baik di wilayah Eromoko, Wonogiri, maupun di Sukoharjo, khususnya di Jalan Raya Jaten-Karanganyar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X