Pekan Agrobisnis Digital dan Inovasi 2025 : Petani Milenial Sambut Era Baru Pertanian di Temanggung

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 18 Juli 2025 | 23:35 WIB
Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin di Temanggung, Jumat (18//7/25). (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Gubenur Jateng, Taj Yasin di Temanggung, Jumat (18//7/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gelaran Pekan Agrobisnis Digital dan Inovasi (PADI) 2025 yang berlangsung di Agro Center Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, dari 18 hingga 23 Juli 2025, berhasil menarik perhatian para petani milenial di Jawa Tengah.

PADI 2025 diinisiasi oleh petani milenial yang ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak kalah menarik dibandingkan industri lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, membuka acara dengan mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam menghidupkan semangat baru di dunia pertanian.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk Kesejahteraan Rakyat

"Kami buktikan, pameran pertanian pun mampu menyedot perhatian," papar Taj Yasin.

Dalam acara ini, lebih dari 180 stan hadir, memperkenalkan berbagai inovasi dari sektor hulu hingga hilir pertanian.

Mulai dari peternakan domba modern dan kelinci pedaging hingga alat pertanian mutakhir yang dirancang untuk menekan biaya produksi. Mendorong generasi muda untuk lebih berani dalam berkontribusi di bidang pertanian.

Baca Juga: Heri Pudyatmoko Ingatkan Jangan Ada Perundungan dalam MPLS Tahun Ajaran Baru

"Alat-alat ini akan membantu petani menjadi lebih efisien dan praktis," tambah Taj Yasin,

Taj Yasin juga memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berpartisipasi dalam event ini.

Mereka membagikan benih buah-buahan secara gratis serta memberikan pelatihan menanam yang baik kepada masyarakat.

"Dengan teknologi dan pengetahuan, kita bisa mendapatkan panen yang lebih banyak meskipun lahan semakin menyempit," ungkapnya.

Baca Juga: Berkat Kartu Sarjana Jepara, Indi Berhasil Lanjut Kuliah di UNS

Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan bahwa pertanian bukanlah profesi kelas dua, melainkan fondasi ekonomi yang harus dihargai.

"Petani harus ditempatkan di hati masyarakat," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X