Namun, ia juga menegaskan masih banyak tantangan yang dihadapi para pengrajin, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, kualitas dan kapasitas produksi, hingga lemahnya branding dan pemasaran di tengah persaingan ketat dengan produk impor.
“Semua ini adalah PR yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.
Baca Juga: RESMI, Dibuka Beasiswa Kartu Sarjana Jepara 2025, Pendaftaran Maksimal 1 September
Karena itu, Gerai Dekranasda Kabupaten Jepara dihadirkan bukan hanya sebagai ruang pamer produk, tetapi juga akan dikembangkan menjadi basecamp UMKM binaan Dekranasda.
“Di sini para pengrajin dapat bertemu, berproses, berkreasi, hingga berjualan baik secara offline maupun online,” jelasnya.