Namun, ia juga menegaskan masih banyak tantangan yang dihadapi para pengrajin, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, kualitas dan kapasitas produksi, hingga lemahnya branding dan pemasaran di tengah persaingan ketat dengan produk impor.
“Semua ini adalah PR yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.
Baca Juga: RESMI, Dibuka Beasiswa Kartu Sarjana Jepara 2025, Pendaftaran Maksimal 1 September
Karena itu, Gerai Dekranasda Kabupaten Jepara dihadirkan bukan hanya sebagai ruang pamer produk, tetapi juga akan dikembangkan menjadi basecamp UMKM binaan Dekranasda.
“Di sini para pengrajin dapat bertemu, berproses, berkreasi, hingga berjualan baik secara offline maupun online,” jelasnya.
Artikel Terkait
Selamatkan Petani, Gubernur Jateng Hapus Utang dan Terbitkan Sertifikat
Job Fair HUT Ke-80 Provinsi Jawa Tengah, 6.650 Lowongan Kerja Siap Dibuka
Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Rp 180 Juta untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora
Sekda Jateng Sumarno: Jaga Integritas Meski Skor Antikorupsi Tinggi
Presiden Prabowo Tegas: Ada Antek-Asing yang Tidak Suka Indonesia Bangkit