Mas Wiwit menyebut ada ASN yang terindikasi bermain judol. Hal itu tak hanya merugikan secara ekonomi ASN itu, namun juga menganggu kinerja dan pelayanan abdi negara tersebut.
“Judi online ini sudah masuk ke semua lapisan masyarakat. Ini sangat berbahaya bagi kehidupan dan bahkan ketahanan keluarga. Kita harus lawan bersama,” kata Bupati.
Bupati ingin komitmen perang terhadap judol disemarakkan lewat berbagai kanal baik di dunia nyata maupun maya.
Baca Juga: Sosialisasi Program MBG di Rembang Diperluas, Jadi Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul