Baca Juga: Agus Adodi, Sosok Penggerak GRIB Jaya Kabupaten Jepara
“Misalnya, ketika Kepulauan Riau memiliki permintaan ekspor namun belum mampu memenuhi kuotanya, Jepara bisa masuk untuk mengisi kekosongan itu. Jadi ada mekanisme saling melengkapi, take and give,” ujar Bupati.
Kolaborasi juga tidak terbatas pada sektor primer. Produk unggulan Jepara seperti mebel ukir pun disebut memiliki peluang besar untuk masuk dalam skema kerja sama antardaerah. Pemerintah daerah akan menjembatani kebutuhan sarana prasarana di daerah lain dengan potensi industri kreatif Jepara, termasuk melalui sinergi dengan pihak swasta seperti HIMKI dan Kadin Jepara.
“Artinya, ke depan kerja sama ini tidak hanya bersifat G2G (government to government), tetapi juga G2B (government to business). Pihak swasta juga bisa dilibatkan dalam mendukung pertumbuhan dan distribusi produk unggulan daerah,” lanjutnya.
Baca Juga: Paripurna Bahas Perubahan KUA-PPAS 2025, Targetkan Jepara MULUS