PANTURA NETWORK -- Kawasan wisata air panas Guci di Kabupaten Tegal diterjang banjir bandang hebat, Sabtu (20/12/2025) sore, mengubah suasana liburan akhir pekan menjadi kondisi penuh kecemasan bagi warga dan wisatawan.
Update terbaru kondisi banjir bandang di Wisata Guci Tegal, karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak siang hari memicu luapan sungai secara mendadak, menghantam fasilitas wisata Pancuran 13 dan sejumlah bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan belum ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat banjir bandang ini hingga Sabtu malam.
Baca Juga: Revitalisasi Pabrik Wong Hang Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja
"Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet," papar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari.
Saat ini, petugas BPBD Kabupaten Tegal bersama tim reaksi cepat sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, penanganan darurat, dan memastikan area terdampak benar-benar aman.
BNPB mengonfirmasi update terbaru, sebagian area Wisata Guci Tegal tertutup material lumpur, pasir, dan batu yang terbawa arus banjir, dan untuk alasan keselamatan, kawasan tersebut ditutup sementara untuk umum.
Baca Juga: Pray for Sumatera, Sekolah Bumi Kartini Galang Donasi 25 Juta dan Amanahkan ke Gusdurian Peduli
Tidak hanya itu, berdasarkan data di lapangan menunjukkan kerusakan fasilitas cukup signifikan. Sejumlah pipa distribusi air panas terhanyut, serta jembatan kecil di kawasan terdampak rusak dan hilang. Akses jalan utama juga tertutup material sisa banjir, memperlambat proses pembersihan awal.
Kesaksian Wisatawan
Kisah dari Ibu Nurhayati (45), warga Karanganyar yang berencana berlibur bersama keluarga, menggambarkan suasana panik saat hujan semakin deras.
"Awalnya kami datang sekitar jam 14.30 WIB, suasana ramai. Tiba-tiba hujannya makin deras, air sungai naik cepat sekali. Beberapa pengunjung langsung lari menjauhi tepi sungai," ujar Nurhayati sambil menenangkan dua anaknya yang masih kecil.
Baca Juga: Negara Hadir, Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatra
"Suara gemuruh air yang membawa batu dan kayu membuat semuanya bergegas keluar. Syukurlah petugas datang cepat dan mengarahkan kami menjauh dari lokasi," tambahnya.
Cerita lain datang dari Haris (52), penjaga warung lokal, yang menyatakan kehilangan sebagian stok dagangan dan peralatan setelah banjir menyapu area usaha kecilnya.
Artikel Terkait
Wanita Muda Diduga LC Tewas Bersimbah Darah di Depan Kos-kosan Tegal, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi
UMKM Tegal Dapat Angin Segar, Aset Pemprov Siap Dimanfaatkan
Jawa Tengah Siaga! Luthfi Identifikasi Daerah Longsor dan Banjir Menjelang Musim Hujan
Pemprov Jateng–Kemenhub Perkuat Sinergi Tangani Rel Rawan Banjir
Negara Hadir, Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatra