"Dalam hitungan menit, air datang besar dan langsung menyeret meja, kursi, serta beberapa peralatan. Ini bukan hanya soal wisata, tapi sudah menyentuh kehidupan kami sehari-hari," kata Haris.
Baca Juga: Setelah Lima Tahun Terhenti, Penerbangan Solo-Bandung dan Solo-Surabaya Kembali Mengudara
Berdasarkan informasi BPBD Provinsi Jawa Tengah, intensitas hujan yang tinggi dan durasi yang panjang di wilayah hulu menjadi dua faktor utama banjir bandang kali ini. Debit air dari lereng Gunung Slamet meningkat pesat sehingga sungai tidak mampu menahan volume air, menyebabkan aliran deras turun ke area wisata.
Kondisi cuaca masih belum stabil, dan berdasarkan laporan BNPB, potensi hujan masih mungkin terjadi dalam 24–48 jam ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan tetap tinggi dan penduduk di sepanjang aliran Sungai Gung diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Berangkat dari hal itu, BNPB dan BPBD mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi warga dan pengunjung, seperti hindari area sungai saat hujan deras berlangsung; ikuti arahan petugas di lapangan; pantau update cuaca dari BMKG dan BPBD; jangan kembali ke area terdampak sampai dinyatakan aman.
Baca Juga: Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara
Selain itu, aparat gabungan terus melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada pengunjung tersisa dalam area yang berpotensi berbahaya.
Banjir bandang ini tidak hanya berdampak fisik pada fasilitas wisata, tetapi juga menciptakan kekhawatiran pelaku usaha lokal. Banyak pedagang kecil, penginapan, dan usaha rumahan yang bergantung pada arus wisatawan kini merasakan imbas langsung.
"Kami berharap pemerintah daerah segera membantu proses pemulihan supaya kami bisa kembali beroperasi," pungkas salah seorang pemilik homestay di Guci.
Artikel Terkait
Wanita Muda Diduga LC Tewas Bersimbah Darah di Depan Kos-kosan Tegal, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi
UMKM Tegal Dapat Angin Segar, Aset Pemprov Siap Dimanfaatkan
Jawa Tengah Siaga! Luthfi Identifikasi Daerah Longsor dan Banjir Menjelang Musim Hujan
Pemprov Jateng–Kemenhub Perkuat Sinergi Tangani Rel Rawan Banjir
Negara Hadir, Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatra