PANTURA NETWORK -- Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Sekolah Bumi Kartini. Melalui program 'Open Donasi Peduli Banjir Sumatera', sekolah ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp 25 Juta yang disalurkan untuk membantu korban banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Penggalangan donasi berlangsung dari 9 hingga 15 Desember 2025, melibatkan orang tua siswa, peserta didik, guru, karyawan, dan masyarakat umum. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui Jaringan Gusdurian Peduli, lembaga yang dikenal aktif dalam misi kemanusiaan.
Sebagai bentuk transparansi, prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor SDUT Bumi Kartini Jepara, Jumat (19/12/2025). Donasi diserahkan perwakilan sekolah kepada perwakilan Gusdurian Peduli, Fuad Fahmi Latif, guna nanti disalurkan langsung kepada para penyintas banjir di daerah terdampak.
Baca Juga: Negara Hadir, Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatra
Kepala SMP UT Bumi Kartini, Evana A’isatuz Zahroh menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga pendidikan karakter nyata bagi siswa.
"Kami ingin anak-anak belajar bahwa kepedulian itu nyata dan harus diwujudkan dalam tindakan. Alhamdulillah, kepedulian orang tua, siswa, guru, dan masyarakat sangat luar biasa. Donasi ini kami niatkan sebagai ikhtiar membantu saudara-saudara kita di Sumatera," papar Evana.
Hal senada juga disampaikan Kepala SDUT Bumi Kartini, Edi Susilo. Ia menegaskan bahwa solidaritas menjadi nilai penting dalam ekosistem pendidikan.
Baca Juga: Setelah Lima Tahun Terhenti, Penerbangan Solo-Bandung dan Solo-Surabaya Kembali Mengudara
"Ini bukan hanya angka donasi, tetapi bentuk cinta dan kemanusiaan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mempercayakan donasinya melalui Sekolah Bumi Kartini. Semoga membawa keberkahan bagi pemberi dan penerima," ujar Edi.
Sementara itu, perwakilan Jaringan Gusdurian Peduli sekaligus Koordinator Gusdurian Jepara, Fuad Fahmi Latif menghaturkan apresiasi mendalam atas gerakan kemanusiaan yang dilakukan Sekolah Bumi Kartini.
Menurutnya, solidaritas yang tumbuh dari lingkungan pendidikan memiliki nilai yang sangat besar bagi keberlanjutan gerakan kemanusiaan.
Baca Juga: Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari Sekolah Bumi Kartini. Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya lahir dari lembaga sosial atau pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh kuat dari sekolah sebagai ruang pendidikan karakter. Donasi ini bukan hanya bantuan materi, tetapi juga simbol persaudaraan, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan," kata Fuad.
Fuad menegaskan, dana tersebut akan disalurkan secara terukur, transparan, dan tepat sasaran melalui jaringan relawan Gusdurian Peduli di wilayah terdampak.
"Insyaallah seluruh amanah ini akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami memastikan distribusi bantuan dilakukan secara langsung, tepat sasaran, dan menyentuh mereka yang kondisi kehidupannya paling terdampak oleh bencana," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pendekar Klambi Open Donasi Baju Bekas, Jangan Dibuang Sayang!
Rayakan HUT RI Ke-79, Donasi Pegawai PLN Nyalakan 7.357 Listrik Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu
Buntut Ricuh Penyitaan Donasi Aksi 13 Agustus, Sriyatun Dicopot dari Jabatannya Sebagai Kasatpol PP Pati
Pemprov Jateng–Kemenhub Perkuat Sinergi Tangani Rel Rawan Banjir
Negara Hadir, Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatra