PANTURA NETWORK -- Berangkat dari upaya lestarikan seni ukir, Jepara bertekad untuk menjadikan seni ukirnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengakuan global terhadap ukiran Jepara, yang telah lama dikenal sebagai pusat ukir dunia.
Dukungan terhadap upaya ini datang dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat, yang menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam proses pendaftaran seni ukir Jepara sebagai WBTB.
Baca Juga: Jepara Siap Ubah Mulyoharjo dan Tahunan Menjadi Surga Wisata Ukir di 2026
"Seni ukir Jepara adalah kekayaan intelektual warisan leluhur yang harus dilestarikan dan diperjuangkan," ujar Lestari dalam Seminar Pelestarian Ukir di Gedung Shima, Kamis (11/9/2025).
Mbak Rerie, sapaan akrabnya, menekankan bahwa proses pendaftaran ini memerlukan dukungan dari masyarakat dan komunitas lokal.
"Kami sangat berharap dukungan semua pihak dapat terwujud, sehingga kearifan lokal tetap lestari dan segera diakui sebagai WBTB dunia," tambahnya.
Baca Juga: Bupati Jepara Serahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar kepada 2.500 Siswa
Proses pengajuan ini bergantung pada kerja sama dengan Pemerintah Kota Konjic di Bosnia-Herzegovina, yang diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pengakuan internasional.
"Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan Bosnia-Herzegovina untuk menjadikan ukiran Jepara sebagai WBTB dari UNESCO," jelasnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang juga berkomitmen memperjuangkan pengakuan ini, meminta bantuan Lestari Moerdijat dalam upaya tersebut.
Baca Juga: Gubernur Jateng Pastikan Tunjangan DPRD Tidak Naik, Kunjungan Luar Negeri Dihapus
"Seni ukir dari Jepara adalah bukti kekayaan warisan leluhur bangsa. Kami berupaya mendapatkan WBTB UNESCO sekaligus mengenalkan karya ukir Jepara ke seluruh dunia," kata Witiarso Utomo.
Bupati juga menjelaskan bahwa pencatatan WBTB untuk karya ukir Jepara akan dilakukan melalui "Join Nomination" dengan negara Bosnia-Herzegovina. Konsep ini, dalam konteks UNESCO, merujuk pada pencalonan warisan budaya oleh lebih dari satu negara.
Meski proses pengusulan warisan budaya untuk diakui oleh UNESCO bukanlah perkara mudah, Mas Wiwit (sapaannya) menyatakan optimisme bahwa dengan dukungan Lestari dan timnya, persiapan pengajuan dapat dilakukan dengan baik.
Artikel Terkait
Pekerja Campursari Jepara Mengeluh Nganggur, Kecam Aksi Mahasiswa yang berujung Anarkis, Bakar dan Jarah Gedung DPRD Jepara
Bangun Jepara Maju, PC IKA PMII Usung Ide Tokoh Agama Bersinergi
Senyum Ceria Anak-Anak di Jepara Usai Bupati Witiarso Resmikan Program Sekolah Rakyat
Bupati Jepara Serahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar kepada 2.500 Siswa
Jepara Siap Ubah Mulyoharjo dan Tahunan Menjadi Surga Wisata Ukir di 2026