Baca Juga: Jateng Pacu Eliminasi TBC, Taj Yasin Dorong Speling Melesat dan Jogo Tonggo
"Bu Rerie sudah menyiapkan naskah akademik dan bahan lainnya untuk pengusulan ke UNESCO," ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga mengumumkan rencana untuk membangun pasar ukir di Desa Mulyoharjo dan Desa Tahunan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi ceremonial, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian perajin ukir di Jepara.
Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, menambahkan bahwa mereka berencana menggelar demo ukir di kawasan wisata Pelabuhan Karimunjawa.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Hidupkan Lagi Jogo Tonggo dan Siskamling untuk Jaga Kondusivitas Jawa Tengah
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ukiran Jepara kepada wisatawan domestik dan mancanegara," ujar Hadi.
Pada kesempatan itu, hadiah juga diserahkan kepada para pemenang Semarak Budaya Lomba Ukir dan Lomba Mewarnai Motif Ukir, yang diikuti oleh 725 peserta dari berbagai kategori. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan minat generasi muda terhadap seni ukir.
Artikel Terkait
Pekerja Campursari Jepara Mengeluh Nganggur, Kecam Aksi Mahasiswa yang berujung Anarkis, Bakar dan Jarah Gedung DPRD Jepara
Bangun Jepara Maju, PC IKA PMII Usung Ide Tokoh Agama Bersinergi
Senyum Ceria Anak-Anak di Jepara Usai Bupati Witiarso Resmikan Program Sekolah Rakyat
Bupati Jepara Serahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar kepada 2.500 Siswa
Jepara Siap Ubah Mulyoharjo dan Tahunan Menjadi Surga Wisata Ukir di 2026