Sementara itu tokoh agama Buddha Romo Franky Supriyanto juga menegaskan hal serupa. Pihaknya juga langsung turun ke tengah umat Buddha menyampaikan pesan pentingnya menjaga situasi damai di Jepara.
Sabtu (30/8) malam, pesan itu disampaikan kepada umat Buddha di Wihara Giri Santiloka. Sedang Minggu pagi, disampaikan di Wihara Jaya Manggala yang berlokasi di Simo, Blingoh Donorojo.
Baca Juga: 7 Brimob Diperiksa Propam Kasus Ojol Tewas, Pemeriksaan Berlangsung Terbuka
"Tokoh-tokoh Buddha juga satu suara ikut menjaga situasi damai dan tenang di Jepara..Pesan agar tak mudah terprovokasi juga kita sampaikan ke umat kita," paparnya.
Baca Juga: Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0: Tantangan dan Peluang
Sementara itu, Ketua GP Ansor Jepara Ainul Mahfudz mengatakan pihaknya menolak segala bentuk aksi anarkis di Kota Ukir. Terlebih jika aksi massa itu sampai menjarah atau merusak fasilitas publik.
Menurutnya aspirasi apapun bisa disuarakan dengan cara damai dan santun.
"Kader Ansor kita pastikan akan selalu menjaga kondusivitas Jepara, ini adalah rumah kita semua yang tentu dirawat dan dijaga bersama. Mari kita jaga Jepara, kita jaga Indonesia," tandasnya.***
Artikel Terkait
Resep Sate Kambing Empuk dan Paling Enak, Kuliner yang Selalu Jadi Favorit
Ini Dia Resep Sate Sapi yang Mudah, Hidangan Bakar yang Gurih dan Selalu Jadi Favorit
Laga Seru Berakhir Imbang : Persijap Jepara dan Arema FC Gagal Menemukan Kemenangan
Membangun Budaya Sekolah Ramah Anak sebagai Media Internalisasi Nilai Karakter
Ketua DPW Partai PRIMA Jateng Sayangkan Ketika AKSI MASSA Menjadi AMUK MASSA: Siapa yang Diuntungkan?