"Kita juga harus bisa menjadi cooling system, tadi malam kita bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, Pemkab dan Forkompinda Jepara, termasuk ojol ikuti doa bersama di Pendopo Jepara juga dalam rangka itu. Kalau situasinya damai dan normal maka pelayanan publik bisa maksimal, pembangunan juga jalan, manfaatnya juga untuk masyarakat," tandasnya.
Baca Juga: Partai PRIMA Belasungkawa Dan Seruan Kebangsaan untuk Almarhum Affan Kurniawan
Hal senada juga disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Jepara, KH Fahrur Rozi. Pihaknya juga sudah mengimbau warga Muhammadiyah agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh konten di media sosial maupun pernyataan seseorang yang menggiring kebencian kepada pihak tertentu.
Baca Juga: OJK Jateng Perkuat Pengawasan dan Edukasi, Stabilitas Keuangan Aman
Pihaknya juga mewaspadai potensi adu domba antarormas keagamaan. Oleh karena itu, ormas keagamaan di Jepara diminta untuk menjaga aset dan lingkungannya masing-masing.
Baca Juga: QRIS Mandiri Bisa Digunakan di Jepang, Perluas Akses Transaksi Internasional
"Semisal aset Muhammadiyah dirusak, nanti dinarasikan pelakunya ormas tertentu, ini juga harus diwaspadai. Mari kita semua saling bergandengan tangan menjaga Jepara," harapnya.
Artikel Terkait
Resep Sate Kambing Empuk dan Paling Enak, Kuliner yang Selalu Jadi Favorit
Ini Dia Resep Sate Sapi yang Mudah, Hidangan Bakar yang Gurih dan Selalu Jadi Favorit
Laga Seru Berakhir Imbang : Persijap Jepara dan Arema FC Gagal Menemukan Kemenangan
Membangun Budaya Sekolah Ramah Anak sebagai Media Internalisasi Nilai Karakter
Ketua DPW Partai PRIMA Jateng Sayangkan Ketika AKSI MASSA Menjadi AMUK MASSA: Siapa yang Diuntungkan?