Menurut Sekda, Pemkab Jepara sudah menyiapkan lahan untuk program MBG. Ada lima lokasi yang dijadikan dapur produksi yang dikelola pihak swasta, meliputi Kecamatan Karimunjawa (Desa Karimunjawa), Tahunan (Desa Semat), Pakis Aji (Desa SuwawalTimur), Donorojo (Desa Tulakan), dan Pecangaan (Desa Pulodarat).
Baca Juga: Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria
Sebelumnya, Kecamatan Jepara, Tahunan, Kalinyamatan, dan Mayong sudah terlebih dulu melaksanakan program MBG. Pemkab Jepara siap menyosialisasikan program MBG kepada masyarakat luas.
"Kita sudah sediakan lima lokasi untuk program MBG. Mekanisme akan kita koordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN),"paparnya.
Baca Juga: Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek
Dandim 0719/Jepara Letkol Arm. Khoirul Cahyadi menjelaskan, program MBG adalah inisiatif Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Terutama anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Program MBG dilaksanakan BGN bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dan menargetkan 17,7 juta orang termasuk 15,5 juta anak sekolah, 2,4 juta ibu hamil atau menyusui. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi, menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Selamat, Dosen Unissula Herry Susanto Raih Australia Awards Fellowship untuk Pengendalian Malaria
Terlibat dalam Riset Inovatif Pengendalian Malaria, Dosen Unissula Raih Hibah Kemendikbudristek
Kelewat Unik, Santri Sarang ini Pakai Vespa Sebagai Kendaraan Pengantin
400 Ribu Lebih Kasus Perceraian di Indonesia, Super Couple Jepara Batch 3 Tekan dengan Preventif
Jepara Teken Kerja Sama Antardaerah, Buka Peluang Kolaborasi Luas dengan Daerah Lain