Bupati Jepara Luncurkan Program “Ngantor di Desa” untuk Serap Aspirasi Warga

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 10 April 2025 | 15:08 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat rapat bersama OPD di Gedung Shima Jepara, Senin (3/3/25). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat rapat bersama OPD di Gedung Shima Jepara, Senin (3/3/25). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, meluncurkan program "Bupati Ngantor di Desa", tujuannya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat.

Program tersebut balal dilaksanakan mulai 15 April hingga 29 Juli 2025, program ini akan berkeliling ke 16 desa di 16 kecamatan Jepara, dimulai dari Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo.

Program ini bertujuan menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga, dengan menampung aspirasi dan menggali potensi desa.

Baca Juga: Festival Kupat Lepet di Jepara : Magnet Wisatawan, Pesta Tradisi yang Meriah

"Program ini lebih dari sekedar kunjungan seremonial. Kami ingin menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi desa," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit, Kamis (10/4/25).

Selain mendengarkan aspirasi warga, program ini juga menghadirkan berbagai layanan publik seperti administrasi kependudukan, layanan KB, Posyandu, perizinan mikro, dan pemeriksaan kesehatan. Lokasi layanan akan disesuaikan dengan kondisi desa, seperti di balai desa atau Poliklinik Kesehatan Desa.

Jadwal Bupati Jepara Sambang Desa
Jadwal Bupati Jepara Sambang Desa (Istimewa for Pantura Network)

Tidak hanya itu, Bupati juga akan menyerahkan bantuan sesuai kebutuhan desa dan meninjau infrastruktur seperti jalan, rumah tidak layak huni, serta mengecek potensi lokal seperti destinasi wisata dan produk unggulan desa.

Baca Juga: Ribuan Wisatawan Saksikan Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara

Diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) juga akan digelar untuk membahas pengembangan potensi desa bersama petinggi desa, pihak kecamatan, dan instansi terkait.

"FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa yang bisa dikembangkan lebih lanjut," jelas Bupati.

Untuk memastikan efektivitas, Pemkab Jepara menunjuk penanggung jawab di setiap kecamatan, termasuk Asisten Sekda, Kepala Dinas, dan para Camat, yang bertugas menggali data dan mendampingi desa dalam pengembangan potensi.

Baca Juga: Viral, Anak Didik SMP Muhammadiyah Hobi Bullying, Netizen : Sekolah kok Menormalisasi?

Program ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi efektif dan pemicu percepatan pembangunan berbasis potensi lokal di Kabupaten Jepara. Dengan 16 desa sebagai prototipe, program ini akan menginspirasi pengembangan seluruh desa di Jepara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X