daerah

Siaga Kemarau 2026, Perumda Tirta Jungporo Tindak Lanjut Surat Edaran Bupati Jepara

Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:42 WIB
81 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Jateng Guyur 3,2 Juta Liter Air Bersih

PANTURA NETWORK -- Perumda Tirta Jungporo mulai bersiap menghadapi potensi kekeringan musim kemarau 2026 dengan memperkuat layanan distribusi air bersih. Hal ini adalah tindak lanjut atas Surat Edaran Bupati Jepara, Witiarso Utomo.

Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Lukman Hakim menyatakan, akan langsung merespon instruksi tersebut dengan meningkatkan pemantauan pasokan air di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Surat Edaran Nomor 600.1.4 yang diterbitkan Selasa (4/8/2026) itu menginstruksikan seluruh camat dan pemerintah desa agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Apresiasi Inisiatif Perumda Aneka Usaha Gelar Je.Creator Weekend dan ASN Berdaya di Jepara

Isi kebijakan tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan sebagai dasar penanganan yang lebih efektif.

Selain itu, optimalisasi sumber air seperti embung, sumur, dan jaringan perpipaan menjadi prioritas guna menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

Menindaklanjuti surat edaran dari Bupati Jepara, Perumda Tirta Jungporo turut mengoptimalkan sistem distribusi dan memastikan layanan tetap berjalan, terutama di daerah yang berpotensi mengalami penurunan pasokan air.

Baca Juga: Tinjau PDAM di Kedungmalang, Bupati Jepara Pasang 240 SR Baru Guna Atasi Kekeringan

"Sampai hari ini rutin dropping air ke wilayah Kecamatan Kedung. Kami juga masih proses membuka pos sumur di sejumlah desa. Kami terus memantau kondisi lainnya supaya kebutuhan air masyarakat tetap tercukupi," papar Lukman, Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, Pemkab Jepara juga mendorong edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Ditambah, Witiarso Utomo dengan tegas melarang pembakaran hutan, lahan, maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

"Seluruh perangkat wilayah saya harap aktif melaporkan setiap kejadian kekeringan, kelangkaan air bersih, maupun kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat," pungkas Witiarso Utomo.

Tags

Terkini