PANTURA NETWORK -- Bupati Jepara Witiarso Utomo mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun untuk perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat menjalankan program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Witiarso menegaskan bahwa kebutuhan total anggaran untuk memperbaiki seluruh jalan di Jepara hingga dalam kondisi baik mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Namun, perbaikan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
"Setiap tahun kita siapkan kurang lebih Rp200 miliar. Sebagian dari pajak daerah, sisanya diupayakan dari bantuan pemerintah pusat dan provinsi," papar Witiarso Utomo.
Baca Juga: 1.541 Jemaah Haji Jepara Berangkat ke Donohudan, Mayoritas Perempuan dan Ratusan Lansia
Ia menambahkan, sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya tertunda saat ini tengah dalam proses tender dan dijadwalkan mulai dikerjakan kembali pada pertengahan Mei 2026.
Untuk wilayah Kecamatan Kembang, pembangunan ruas jalan Cepogo-Siculik dengan anggaran Rp4,8 miliar akan segera dilaksanakan. Sementara itu, ruas Pendem-Jenggotan-Dudakawu telah diusulkan ke pemerintah pusat dengan nilai kebutuhan anggaran mencapai Rp17 miliar.
Selain infrastruktur, forum tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Sedikitnya 13 pertanyaan diajukan masyarakat, mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh bupati bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Bupati Jepara Tetap Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Branding Wisata Mayong
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jepara tengah meningkatkan status Puskesmas Kembang menjadi fasilitas rawat inap. Proses tersebut ditargetkan selesai pada 2026, dengan operasional layanan direncanakan mulai awal 2027.
Sebelum sesi dialog, bupati juga mengunjungi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Tubanan. Dalam kunjungan itu, ia berdialog serta membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian warga.
Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan lokasi pengolahan sampah domestik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) serta UMKM berbasis hidroponik di desa setempat.
Baca Juga: Hardiknas dan HUT Otda 2026, Bupati Jepara Tekankan Efisiensi Birokrasi dan Pendidikan Inklusif
Program "Bupati Ngantor di Desa" merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Artikel Terkait
Bupati Ngantor di Desa Menganti Kedung, Enam Desa di Jepara Rawan Tenggelam Gegara Abrasi, Setahun Daratan yang Tergerus 50 Meter
Bupati Ngantor di Desa Batealit, Anak punk Akan Dimasukkan ke Sekolah Rakyat di Jepara, Digembleng Semi Militer
Dukung UMKM, Bupati Jepara Borong Produk Saat Ngantor di Desa Kedungcino
Bupati Jepara Witiarso Utomo Ngantor di Desa Krapyak, Gagas Tahunan Jadi Wisata Terintegrasi, Punya Potensi Wisata Paket Komplit
Bupati Jepara Lanjutkan Program 'Ngantor di Desa' Jilid II, Fokus ke Aksi Nyata di Lapangan