Ngantor di Desa Tubanan, Bupati Jepara Prioritaskan Perbaikan Jalan Rp200 Miliar per Tahun

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 6 Mei 2026 | 12:12 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat menjalankan program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026). (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat menjalankan program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Bupati Jepara Witiarso Utomo mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun untuk perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat menjalankan program "Bupati Ngantor di Desa" di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Selasa (5/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Witiarso menegaskan bahwa kebutuhan total anggaran untuk memperbaiki seluruh jalan di Jepara hingga dalam kondisi baik mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Namun, perbaikan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Setiap tahun kita siapkan kurang lebih Rp200 miliar. Sebagian dari pajak daerah, sisanya diupayakan dari bantuan pemerintah pusat dan provinsi," papar Witiarso Utomo.

Baca Juga: 1.541 Jemaah Haji Jepara Berangkat ke Donohudan, Mayoritas Perempuan dan Ratusan Lansia

Ia menambahkan, sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya tertunda saat ini tengah dalam proses tender dan dijadwalkan mulai dikerjakan kembali pada pertengahan Mei 2026.

Untuk wilayah Kecamatan Kembang, pembangunan ruas jalan Cepogo-Siculik dengan anggaran Rp4,8 miliar akan segera dilaksanakan. Sementara itu, ruas Pendem-Jenggotan-Dudakawu telah diusulkan ke pemerintah pusat dengan nilai kebutuhan anggaran mencapai Rp17 miliar.

Selain infrastruktur, forum tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Sedikitnya 13 pertanyaan diajukan masyarakat, mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh bupati bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Bupati Jepara Tetap Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Branding Wisata Mayong

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jepara tengah meningkatkan status Puskesmas Kembang menjadi fasilitas rawat inap. Proses tersebut ditargetkan selesai pada 2026, dengan operasional layanan direncanakan mulai awal 2027.

Sebelum sesi dialog, bupati juga mengunjungi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Tubanan. Dalam kunjungan itu, ia berdialog serta membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian warga.

Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan lokasi pengolahan sampah domestik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) serta UMKM berbasis hidroponik di desa setempat.

Baca Juga: Hardiknas dan HUT Otda 2026, Bupati Jepara Tekankan Efisiensi Birokrasi dan Pendidikan Inklusif

Program "Bupati Ngantor di Desa" merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X