Salah satu proyek prioritas adalah rehabilitasi Jembatan Kali Sengon—akses utama Jepara–Kudus—bernilai Rp 3,37 miliar.
Baca Juga: Gus Yasin Ajak Masyarakat Jaga Pesisir Lewat Penanaman Mangrove
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Jepara adalah sentra industri mebel dan pertanian. Perbaikan konektivitas terbukti memperlancar distribusi barang: Risiko kerusakan produk mebel berkurang. Ongkos logistik turun. Pengiriman lebih tepat waktu.
Di sektor pertanian, jalan usaha tani dan irigasi yang membaik membuat distribusi panen jauh lebih cepat dan hemat biaya.
Dampak sosial juga signifikan. Anak sekolah lebih aman berangkat tanpa drama jalan rusak, dan akses desa wisata menjadi lebih nyaman sehingga meningkatkan kunjungan dan omzet UMKM.
Baca Juga: Fun Run Jadi Momentum Perkuat Modal Sosial untuk Pembangunan Jateng
Kerja Lapangan Berjalan Masif
Kepala DPUPR Jepara, Hery Yuliyanto, menegaskan bahwa tahun ini menjadi fase pembangunan paling intens:
"Dari target 350 km, perbaikan sudah mencapai 335 km pada 128 ruas. Begitu satu ruas selesai, tim langsung pindah ke titik berikutnya.”
Pantauan lapangan menunjukkan, Jepara Kota pengaspalan dan pemadatan intensif, Kecamatan Kedung penataan drainase dan betonisasi, Kecamatan Mlonggo betonisasi dan revitalisasi saluran irigasi
Bupati Ajak Warga Ikut Menjaga
Bupati Wiwit menegaskan pembangunan harus dibarengi partisipasi publik.
“Pemerintah membangun, warga merawat. Bukan hanya selesai hari ini, tapi bertahan lama. Semua wilayah akan kami tuntaskan bertahap,” tegasnya.