Saat ini, sejumlah lokasi di Jepara memang sering dijadikan lokasi mangkal dan sekaligus titik mencari rezeki oleh anak jalanan terlebih yang berdandan ala punk.
Beberapa di antaranya seperti Perempatan Gotri, kawasan sekitar Pasar Pecangaan, Perempatan Bawu dan lainnya. Aktivitas mereka kerap dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Baca Juga: DPR-BGN Sosialisasi Program MBG di Grobogan, Upaya Turunkan Stunting dan Tingkatkan SDM
Keresahan itu juga disampaikan secara langsung oleh Kepala Desa Bantrung Nur Sholeh saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa Batealit.
Baca Juga: Dieng Caldera Race 2025 Diikuti Ribuan Peserta, Pemprov Jateng Siap Perbanyak Event Olahraga
Ia berharap Pemkab Jepara lebih intensif terkait penanganan anak jalanan atau anak punk. Ia juga mengaku kerap menerima aduan warga yang resah karena dampak negatif yang muncul seiring maraknya keberadaan anak punk di wilayahnya atau kawasan lain di Jepara.
Artikel Terkait
DPR-BGN Sosialisasi Program MBG di Grobogan, Upaya Turunkan Stunting dan Tingkatkan SDM
Bupati Jepara Witiarso Utomo Bertemu Wamensos RI Agus Jabo Priyono, Siap Sinergi Bangun Sekolah Rakyat dan Validasi Data PBI JK
Dari Batu Bara Hingga Cahaya: PLN UIK Tanjung Jati B Hadirkan Keandalan Listrik Untuk Rakyat
Sosialisasi Program MBG di Rembang Diperluas, Jadi Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul
Ratusan Massa Aksi FSPIP Geruduk Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jepara, Tuntut Terbitkan Pencatatan PUK FSPIP PT Kanindo