Baca Juga: Support Pariwisata, Pemdes Karimunjawa Bersih Pantai dan Pelabuhan
“Terkait Kecamatan Welahan mau dijadikan sentra apa, itu nanti kita serahkan kepada kesepakatan para petinggi dan tokoh masyarakat. Apakah mau fokus ke wisata budaya atau wisata edukasi lainnya, kita tunggu hasilnya dan kita support full agar benar-benar terwujud dan berkembang,” jelas Mas Wiwit.
Bupati juga menyoroti pentingnya peran UMKM dalam pembangunan daerah. Salah satu contohnya adalah usaha roti dari Desa Bugo yang telah memenuhi standar dan kini mulai disiapkan untuk mensuplai kebutuhan di instansi-instansi pemerintahan.
Terkait upaya mendorong pariwisata lokal, pemerintah saat ini sedang merumuskan kebijakan untuk mendorong sekolah-sekolah agar menjadikan wisata di kecamatan-kecamatan sebagai tujuan utama. Kolaborasi antara Disparbud, Disdikpora, dan Dishub Jepara sedang dilakukan untuk memetakan potensi wisata, lengkap dengan harga dan paket yang ditawarkan.
“Kita punya potensi 300 ribu siswa yang bisa berwisata di dalam daerah. Kalau ini jalan, dampaknya akan luar biasa. PAD desa naik, UMKM hidup, ekonomi masyarakat meningkat. Wisata luar daerah tidak kita larang, tapi kita syaratkan sebelum ke luar kota agar mampir dulu ke wisata di Jepara,” tambahnya.
Artikel Terkait
Jelang Perang Obor Ruko di Tegalsambi Terbakar Saat Kosong, Bupati Jepara Langsung Cek Lokasi
Perang Obor Tegalsambi Belum Dimulai, Api Telah Berkobar Melalap Sebuah Ruko Hingga Ludes Terbakar
32.000 Bangku SD - SMP Negeri dan Swasta Siap Diperebutkan, Bupati Jepara Witiarso Utomo Pastikan SPMB 2025 Transparan dan Bebas KKN
Paripurna Bahas Perubahan KUA-PPAS 2025, Targetkan Jepara MULUS
Andi Andong Dukung Penuh Anggaran Perubahan KUA PPAS Tahun 2025, Hampir Semua Anggaran Mitra Komisi D Naik