Komnas Perempuan dan Anak Jawa Tengah Berikan Tiga Kunci Penanganan Tawuran Pelajar SMK di Pati

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:00 WIB
Wakil Ketua Komnas PA Jawa Tengah, Wahyu Khoiruz Zaman, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Ketua Komnas PA Jawa Tengah, Wahyu Khoiruz Zaman, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Peristiwa tawuran antar pelajar SMK Negeri 2 Pati dan SMK Tunas Harapan di Jalan Raya Pati-Gembong, Desa Muktiharjo, Kabupaten Pati, pada Jumat (09/05/2025) menuai perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Jawa Tengah yang menyorot upaya perlindungan anak dalam insiden tawuran antar pelajar SMK di Kabupaten Pati

Wakil Ketua Komnas PA Jawa Tengah, Wahyu Khoiruz Zaman, dalam pernyataan resminya pada Sabtu (10/05/25), menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah.

Baca Juga: Pemkab Jepara Alokasikan Rp800 Juta untuk Perbaikan Jalan Karimunjawa

"Serta kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencegah aksi kekerasan serupa di masa depan, harus kita sorot betul," papar Wahyu kepada Pantura Network.

Tawuran yang pecah sekitar pukul 12.15 WIB di depan showroom 'Mitra Mobilindo' ini melibatkan penggunaan senjata tajam seperti balok kayu, bambu, dan besi hollow, menyebabkan seorang pelajar, BA (17), mengalami luka serius dan harus dirawat di RSUD Soewondo Pati.

Wahyu, yang juga akademisi di IAIN Kabupaten Kudus, menyebutkan tiga langkah kunci untuk penanganan setelah tawuran : pemulihan psikologis bagi korban dan pelaku, evaluasi sistem pengawasan sekolah, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Enam Pelajar SMK di Pati Terlibat Tawuran Akhirnya Ditangkap

"Pendampingan psikologis sangat diperlukan, dan proses hukum harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, bukan hanya sekedar hukuman," tandas Wahyu.

Ia juga menyoroti pentingnya memperketat pengawasan sekolah, terutama pada waktu-waktu rawan seperti setelah Sholat Jumat, serta mengajak orang tua, guru, dan aparat keamanan untuk berkolaborasi dalam mengidentifikasi dan mencegah permusuhan antar pelajar.

"Keluarga harus lebih aktif dalam memantau aktivitas anak di media sosial yang sering kali menjadi pemicu konflik," tambahnya.

Baca Juga: Mobil Sedan di Pati Kebakaran, Ternyata Milik Warga Jepara

Untuk mencegah kejadian serupa, Wahyu merekomendasikan langkah-langkah seperti program mediasi sekolah, pelatihan guru untuk penanganan perilaku agresif, dan kampanye anti-kekerasan dengan memanfaatkan kegiatan positif seperti olahraga dan seni.

"Semua anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman. Insiden ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati," tutur dia.

Kepala Sekolah SMK Tunas Harapan Pati, Eny Wahyuningsih, menyatakan sekolah berkomitmen meningkatkan pengawasan dan bekerja sama dengan Komnas PA untuk mencegah kekerasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X