PANTURA NETWORK -- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luncurkan Kebijakan Revolusioner untuk Buruh seperti Tarif Bus Rp 1.000 dan Daycare di Kawasan Industri.
Dua terobosan utama ini menargetkan pengurangan beban biaya transportasi dan peningkatan kesejahteraan keluarga buruh.
Langkah pertama adalah pemangkasan tarif Bus Trans Jateng bagi buruh dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.000, menyamakan tarif ini dengan yang dikenakan kepada pelajar.
Baca Juga: Inspektorat Jateng Harap dengan Tagline Baru Dapat Meminimalisir Korupsi
"Transportasi mudah dan murah bagi buruh, ini langkah kami untuk membantu menekan pengeluaran harian mereka," ujar Luthfi usai meresmikan fasilitas daycare dan rumah perlindungan pekerja perempuan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Keputusan ini diambil mengingat banyak buruh yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau kendaraan tersebut digunakan oleh anggota keluarga lainnya, menjadikan bus sebagai transportasi vital dari rumah ke tempat kerja.
Terobosan kedua adalah kewajiban bagi perusahaan di kawasan industri untuk menyediakan daycare bagi anak-anak buruh. Surat edaran telah dikeluarkan untuk memastikan implementasi kebijakan ini.
Baca Juga: Hari Buruh Internasional, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Temui Demonstran
Di KITB, daycare yang tersedia dapat menampung hingga 40 anak, beroperasi dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti ruangan ber-AC, mainan edukasi, dan matras tidur yang nyaman.
Pengasuh daycare adalah profesional berpengalaman, memastikan anak-anak mendapatkan perawatan dan pendidikan karakter yang baik.
Gubernur Luthfi menyatakan bahwa fasilitas daycare ini tidak hanya memudahkan buruh dalam merawat anak, tetapi juga meningkatkan fokus dan produktivitas kerja mereka.
Baca Juga: Penguatan Efisiensi dan Transparansi Pengadaan : Pemkab Jepara Sosialisasikan E-Katalog Versi 6
"Ruangannya nyaman sekali, bahkan saya pun tertarik untuk nongkrong di sana," canda Luthfi saat mengunjungi daycare.
Pengelola Daycare KITB, Etika Umi Romlah, menambahkan bahwa layanan di daycare ini mencakup pendidikan karakter dan kesehatan untuk anak usia 2-6 tahun, dengan pengasuh yang memiliki pengalaman minimal 10 tahun di bidangnya.
Selain mengunjungi daycare, Ahmad Luthfi juga meninjau rumah perlindungan pekerja perempuan dan masjid yang menjadi fasilitas ibadah di kawasan industri tersebut.
Artikel Terkait
Begini Strategi Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Selama Lima Tahun ke Depan
Berkah Sekolah Anti Korupsi, Desa Rembul Dapat Bantuan Pengaspalan 200 Juta dari Gubernur Jateng
Ribuan Buruh Jepara Meriahkan Hari Buruh di Lapangan Pantai Kartini
Hari Buruh Internasional, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Temui Demonstran
Inspektorat Jateng Harap dengan Tagline Baru Dapat Meminimalisir Korupsi