Justru karena itu, survei berulang menjadi penting. Data dari satu periode dapat dibandingkan dengan pengamatan berikutnya untuk mengetahui bagaimana keberadaan dan persebarannya berubah.
Dan kabar terbaru dari Muria memberikan alasan untuk terus memperhatikan angka tersebut.
Pada Juli 2026, Penggiat Konservasi Alam Muria (Peka) melaporkan bahwa hasil pemantauan terbaru memperkirakan keberadaan elang Jawa di kawasan Gunung Muria telah mencapai sekitar 20 ekor, meningkat dari pendataan sebelumnya yang mencatat sekitar 14 individu. Tim juga menemukan sejumlah titik baru keberadaan burung tersebut.
Baca Juga: Bupati Jepara Tinjau Longsor di Tempur, Jalur Baru 6 Km Dikebut untuk Pulihkan Akses Wisata Muria
Angka terbaru itu tentu tidak bisa dibandingkan secara mentah dengan angka 10 pada survei 2025 karena metode, cakupan wilayah, waktu pengamatan, dan cara identifikasi individu bisa berbeda. Namun, temuan tersebut menunjukkan satu hal yang menarik: langit Muria masih menyimpan ruang bagi elang Jawa.
Elang Hitam Mendominasi Catatan
Jika elang Jawa menjadi spesies yang paling menarik perhatian dari sisi konservasi, maka elang hitam menjadi juara dalam jumlah pengamatan. Sebanyak 22 individu tercatat dalam survei.
Elang hitam (Ictinaetus malaiensis) merupakan raptor yang dikenal dengan tubuh berwarna gelap dan kemampuan terbangnya di kawasan berhutan. Kehadirannya dalam jumlah pengamatan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa langit Muria bukan hanya menjadi ruang bagi satu spesies ikonik, tetapi juga digunakan oleh berbagai burung pemangsa lainnya.
Baca Juga: Kemiskinan di Jawa Tengah Turun, Ekonomi Tumbuh 5,71 Persen Lampaui Nasional
Di bawahnya ada elang-ular bido dengan 18 individu. Spesies bernama ilmiah Spilornis cheela ini juga merupakan raptor yang memiliki hubungan erat dengan kawasan berhutan. Namanya sendiri sudah cukup menggambarkan salah satu mangsanya: ular.
Kemudian terdapat alap-alap sapi dan elang brontok, masing-masing dengan 13 individu. Sementara sikep-madu Asia tercatat sembilan individu dan elang-alap jambul menjadi catatan paling sedikit dengan satu individu.
Jika seluruhnya dijumlahkan, ada 86 individu raptor yang tercatat selama periode pengamatan.
Baca Juga: BSIJ Luncurkan Kurikulum Sampah di Jepara, Sasar Edukasi Lingkungan Sejak Usia Dini
Namun sekali lagi, angka 86 bukan berarti populasi sebenarnya di seluruh Pegunungan Muria berjumlah 86 ekor. Angka tersebut adalah jumlah individu yang tercatat dalam survei berdasarkan titik dan waktu pengamatan.
Kenapa Menggunakan Vantage Point?
Artikel Terkait
PGN Dorong Kemandirian Petani, UMKM, dan Lingkungan Lewat Ragam Program Unggulan
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Perairan Utara Jateng, Satu Ton NaCl Disemai
BMKG Prediksi Cuaca Mudik Jateng Kondusif, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi
Peringatan Hari Kartini, Ning Nawal Ajak Perempuan Jateng Bergerak Majukan Lingkungan Sekitar
BRI Slawi Tebar Kepedulian Lewat Kurban, Salurkan Daging untuk Warga dan Pekerja Dasar Lingkungan