PANTURA NETWORK -- Upaya pemulihan akses di kawasan rawan longsor Pegunungan Muria terus dikebut Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Sabtu (28/3/2026) sore, sekaligus memastikan percepatan pembukaan jalur alternatif menuju desa wisata tersebut.
Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan, tetapi juga menggenjot pembangunan jalur baru sebagai solusi jangka menengah. Langkah ini diambil menyusul intensitas longsor yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, sejak awal Maret hingga akhir bulan telah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dua kejadian terakhir bahkan terjadi beruntun pada Jumat dan Sabtu (27-28 Maret), di titik yang sama.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jepara Dikebut, Progres Tembus 26,75 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026
Akibatnya, badan jalan yang sebelumnya sempat dibersihkan kembali tertutup material longsoran. Akses penghubung Dukuh Duplak dengan wilayah di bawahnya pun lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
"Selain pembersihan, kita juga fokus membuka jalur baru agar akses masyarakat dan wisata tidak terus terganggu," papar Witiarso di lokasi, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.
Jalur alternatif yang sedang digarap menghubungkan wilayah Sumanding menuju Desa Tempur dengan panjang sekitar 6 kilometer. Hingga saat ini, progres pembukaan jalur tersebut telah mencapai sekitar 80 persen atau hampir 5 kilometer.
Baca Juga: Angin Segar KALIMASADA di Tengah Duka Warga Desa Tempur Jepara
Pemerintah menargetkan pengerjaan jalur baru ini dapat rampung dalam waktu empat pekan ke depan. "Empat pekan lagi atau sekitar sebulan sudah clear," tegasnya.
Sebagai informasi, setelah pembukaan jalur selesai, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DPUPR Kabupaten Jepara akan melanjutkan dengan pengerasan badan jalan serta penataan sistem drainase untuk meminimalkan risiko longsor susulan.
Terakhir, anggaran untuk tahap lanjutan tersebut rencananya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan tahun 2026.
Artikel Terkait
Semangat PLN Untuk Rakyat, PLN UIK Tanjung Jati B Perkuat Layanan Posyandu Desa Tempur
Skuad Lengkap, Jakarta Livin’ by Mandiri Siap Tempur di Proliga 2026
Akses Ekonomi Terputus Akibat Longsor, Warga Cilibur Minta Perbaikan Jalan Saat Dikunjungi Gubernur Luthfi
Bupati Jepara Tancap Gas Pasca Lebaran, Witiarso Utomo Serap Aspirasi Kiai NU-Muhammadiyah di Hari Pertama Kerja
Bupati Jepara Gandeng Muhammadiyah dan NU, Perkuat Sinergi Wujudkan Jepara MULUS Pasca Idulfitri