Karnaval Kemerdekaan, Saat Anak-anak SLB Negeri Semarang Menunjukkan Mimpi dan Cita-cita

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Karnaval Kemerdekaan, Saat Anak-anak SLB Negeri Semarang Menunjukkan Mimpi dan Cita-cita
Karnaval Kemerdekaan, Saat Anak-anak SLB Negeri Semarang Menunjukkan Mimpi dan Cita-cita

SEMARANG - Satu per satu siswa memasuki halaman SLB Negeri Semarang sejak pukul 07.00 WIB. Wajah mereka tampak ceria. Kostum yang dikenakan pun beragam. Ada seragam loreng TNI, pakaian polisi, dokter, busana pahlawan, hingga kostum tokoh pewayangan.

Halaman sekolah pagi itu berubah menjadi panggung bagi ratusan mimpi anak-anak.

Sekitar 1.200 peserta yang terdiri atas siswa dan orang tua mengikuti karnaval untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka berasal dari berbagai kelompok siswa berkebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.

Meski memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda, mereka larut dalam suasana kemerdekaan. Senyum, tawa, dan semangat terlihat sepanjang kegiatan.

Karnaval itu bukan sekadar parade kostum. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, menunjukkan keberanian, sekaligus menumbuhkan cita-cita.

Kemeriahan yang terlihat pagi itu tidak muncul secara tiba-tiba. Di balik kostum yang dikenakan para siswa, ada persiapan panjang bersama orang tua.

Hampir satu bulan, orang tua dan anak menyiapkan berbagai kebutuhan untuk tampil dalam karnaval. Mereka memilih tema, menyiapkan pakaian, aksesori, hingga perlengkapan pendukung.

Hasilnya terlihat dalam parade.

Pahlawan super Indonesia seperti Wiro Sableng, Gundala, Saras 008, hingga Sri Asih hadir dengan karakter masing-masing. Tema pendidikan menampilkan sosok Ki Hajar Dewantara dan RA Kartini.

Kelompok lainnya mengangkat tema pertanian dengan berbagai simbol dan perlengkapan tani. Ada pula tema sepak bola Indonesia yang membawa semangat olahraga.

Sementara itu, dunia pewayangan tampil melalui tokoh Pandawa, Srikandi, dan prajurit Jawa.

Setiap kostum seolah memiliki cerita sendiri. Mereka berjalan bersama membawa semangat kemerdekaan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SLB Negeri Semarang, Aris Wibowo, mengatakan pemilihan karakter dalam karnaval memiliki makna bagi perkembangan anak.

Menurutnya, sosok yang mereka pilih dapat menjadi gambaran tentang cita-cita yang ingin mereka bangun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X