Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Mahasiswa asal Afganistan Sayed Rahman Hamid belajar mengukir di Galeri Jepara Wood Carving (Istimewa for Pantura Network )
Mahasiswa asal Afganistan Sayed Rahman Hamid belajar mengukir di Galeri Jepara Wood Carving (Istimewa for Pantura Network )

Jepara -- Sayed Rahman Hamid pertama kali memegang pahat untuk belajar mengukir kayu di Jepara. Mahasiswa asal Afganistan itu mengikuti pelatihan bersama 24 mahasiswa lain dari 13 negara, di Galeri Jepara Wood Carving, Kamis (20/8/2026).

Di dalam galeri, para mahasiswa mengikuti arahan 23 instruktur pengukir. Mereka mempelajari pola dan teknik dasar ukiran Jepara sebelum mulai memahat kayu.

“Sangat menarik, baru pertama kali ini,” kata Sayed, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Sayed mengatakan sebelumnya tidak pernah belajar mengukir di Afganistan. Ia hanya mengenal pekerjaan kayu melalui perbaikan rumah.

Baca Juga: Job Fair Jateng Perluas Akses Kerja, Disabilitas Turut Jadi Sasaran

Bagi mahasiswa asal Tanzania, Aisha Jumma Mussa, ukir Jepara juga menjadi pengalaman baru. Ia sebelumnya hanya mencari informasi tentang ukiran Jepara melalui internet.

Setelah mencoba langsung, Aisha menilai mengukir membutuhkan ketekunan. Menurut dia, keterampilan tersebut tidak dapat dikuasai dalam satu hari. “Tidak bisa dipelajari dalam satu hari karena membutuhkan teknik dan kelenturan tangan,” ungkapnya.

Mahasiswa asal Uganda, Huzairu Kanamwangi, membuat nama dan motif ukiran dengan pendampingan instruktur. Ia berencana membawa pengalaman tersebut ke negaranya. “Saya akan membawa ini ke negara saya dan menunjukkan bahwa saya yang membuatnya. Dari Jepara, Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Jepara Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal, 17.968 Batang Diamankan dalam Operasi Gabungan

Salah satu instruktur, Rumini, mengatakan peserta dikenalkan dengan pola ukiran Jepara. Mereka kemudian mempelajari tahapan dasar seperti ngrancapi, nglemahi, ngekoli, dan nyoreti.

“Yang ingin kami tanamkan bukan hanya keterampilan mengukir. Kami juga mengenalkan budaya Jepara yang terkenal sebagai kota ukir,” kata dia.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Summer Course 2026 Buja Sejana 2, yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Koordinator kegiatan, Wati Istanti, mengatakan program tersebut mengajak mahasiswa mempelajari budaya maritim melalui pembelajaran selama tiga bulan dengan metode blended.

“Supaya mahasiswa tidak sekadar tahu secara daring, kami mengajar secara luring untuk melihat dan mempraktikkan langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Tukang Kayu Mebel Jepara Terharu Anaknya Diterima Sekolah Rakyat: Kami Punya Masa Depan Lebih Baik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB
X