Baca Juga: Zulkifli Hasan Kukuhkan Kepengurusan Baru PAN Jateng, Minta Total Dukung Pemerintah
Program MBG ini ia nikmati sejak duduk di kelas 8. Setiap hari, menunya berganti seperti burger, roti, hingga snack. “Kadang hari Sabtu juga dapat snack,” ujar Iqbal.
Bagi keluarganya, keberadaan program ini terasa membantu. Ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya berjualan.
“Dengan adanya makan gratis ini, pengeluaran keluarga jadi berkurang. Ibu juga senang karena saya sudah makan di sekolah,” tutur Iqbal.
Baca Juga: Pemprov Jateng Beri Bantuan 1.000 Sambungan Listrik Gratis
Orang tuanya kerap menanyakan menu makanan di sekolah.
“Kadang ibu tanya, hari ini makan apa? Enak gak? Saya jawab, ayam sama sayuran dan enak. Jadi enggak perlu masak banyak-banyak,” katanya sambil tersenyum malu.
Iqbal berharap program MBG tetap berjalan dan semakin meluas. “Semoga tambah merata di seluruh pelosok Indonesia dan menunya juga ditambah,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Jepara Segel Tambang Ilegal di Batealit, Diduga Langgar RTRW dan Rusak Lingkungan
Kepala SMPN 1 Jati Kudus, Sumaryatun, mengatakan, kehadiran MBG membuat siswa di sekolahnya merasa bersyukur. Sampai saat ini terdapat sekitar 811 anak. Harapannya, program pemerintah ini bisa terus berjalan.
"MBG ini diharapkan bisa tetap berlangsung. Kami berharap jangka panjangnya, dapat membantu siswa dalam mencukupi gizinya. Dari karbohidrat, protein, vitamin, bahkan susunya juga," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, sebelumnya meminta seluruh pihak terkait, dari orang tua siswa, guru, hingga penyedia makanan, terus membangun komunikasi terbuka agar program MBG berjalan sukses. Hal itu sebagaimana yang diinstruksikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memberi perhatian dan pengawasan terhadap program MBG.
Baca Juga: Komitmen Wujudkan Clean Government and Good Governance, Ahmad Luthfi Dukung Penuh Pemeriksaan BPK
“Teruslah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kebersihan lingkungan, penjamah makanan, dan sarana pendukung lainnya. Jika ada keluhan atau aduan, SPPG harus mau mendengar dan menindaklanjuti,” ungkap Yunita.