Dapur MBG Bibit Waluyo Gunakan Teknologi Canggih, Sajikan Ribuan Porsi Setiap Hari

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 17:43 WIB
Dapur MBG Bibit Waluyo Gunakan Teknologi Canggih, Sajikan Ribuan Porsi Setiap Hari
Dapur MBG Bibit Waluyo Gunakan Teknologi Canggih, Sajikan Ribuan Porsi Setiap Hari

MAGELANG - Program makan bergizi gratis (MBG) di Jawa Tengah juga mendapat dukungan penuh Bibit Waluyo. Mantan Gubernur Jateng 2028-2013 itu diam-diam membangun dapur untuk ikut memasak.

Dapur atau SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) itu berada di kecamatan Bandongan Magelang. Dibangun di atas lahan kebun di pinggir sawah.

Disebut-sebut dapur MBG paling standar. Bangunannya dari bahan besi. Alat-alat masaknya super canggih. Menghabiskan dana Rp 3 milliar lebih.

"Ini dapur yang benar-benar standar BGN (Badan Gizi Nasional). Bukan sekadar dapur masak, karena dibangun untuk jangka panjang hingga 50 tahun," kata Bibit, yang baru saja mendapat jendral kehormatan (HOR) bintang empat dari presiden Prabowo, Jumat 10 Oktober 2025.

Dia mengaku, program MBG sangat bagus untuk membangun gizi anak bangsa. Karenanya harus disukseskan. Sampai-sampai, dia yang sudah usia 76 tahun pun ikut ambil bagian.

"Saya ini harusnya sudah tidur-tiduran saja, wong sudah tua. Tapi melihat program pak presiden Prabowo yang sangat bagus, saya harus membantu yang saya bisa. Meski berbiaya besar, saya pun rela untuk membangun dapur yang berkualitas," imbuh mantan Pangdam IV/Diponegoro Semarang itu.

Setiap hari, dapur MBG Bibit Waluyo memasak 3500 an porsi. Untuk anak PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di sekitarnya. Yang istimewa dari dapurnya, memasak mulai jam setengah lima pagi. Sebab alat-alat masaknya sudah canggih dan cepat. Sehingga masakan bisa diantar ke sekolah jam 8 pagi masih dalam keadaan sedikit panas. Umumnya dapur memasak mulai jam dua malam.

"Sebetulnya jeda memasak dengan pengantaran bisa diatasi dengan alat masaknya. Tapi alat masak yang canggih memang mahal, tapi itulah standar yang diharapkan," katanya.

Selain investasi gizi dan kecerdasan anak, Bibit menilai MBG juga membangkitkan ekonomi dan peluang kerja masyarakat. Dia sendiri mempekerjakan 47 warga sekitar. Selain itu bahan pasokan dapur juga diambil dari hasil pertanian dan ternak sekitar.

Programnya bagus. Tujuanya bagus. Menurutnya harus diteruskan sampai kapanpun dan siapaun presidenya kelak. Jika saat ini ada satu dua kejadian luar biasa sepeti keracunan, menurutnya sesuatu yang lumrah karena masih awal. Nanti lama-lama juga akan sempurna.

"Yang kurang diperbaiki, yang bagus diteruskan. Bukan untuk dihentikan. Juga jangan dipolitisir," imbuhnya.

Keracunan di sebagian tempat itu, menurut Bibit juga menimbulkan tanda tanya. Misal sekolah dikirim masakan 200 porsi, tapi yang keracunan hanya 3 atau 10 anak.

"Harusnya kalau makanan itu mengandung racun, ya semuanya kena, tapi kok yang kena enggak semua," tanyanya.
Dia menilai program MBG tidak sekadar memenuhi janji kampanye Prabowo. Tetapi punya tujuan jauh kedepan supaya generasi mendatang cerdas dan sehat. Sehingga mampu membawa kemajuan untuk bangsa kedepan.

"Ini program yang sangat elok, program satu-satunya dalam sejarah tanah air kita, belum pernah ada sebelumnya negara kita memberi makan gratis bergizi untuk anak-anak," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X