daerah

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Taj Yasin Serukan Pemerataan Tenaga Kefarmasian

Jumat, 25 Juli 2025 | 11:58 WIB
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin menyatakan bahwa distribusi tenaga kefarmasian di provinsi ini masih perlu diperbaiki.

Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional dan Kegiatan Ilmiah Tahunan Himpunan Seminat Farmasi Industri (Hisfarin) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 di MG Setos Hotel, Semarang, Jumat (25/7/25).

Ia mengungkapkan bahwa meskipun jumlah tenaga kefarmasian di Jawa Tengah telah mencapai lebih dari 30 ribu orang, sebarannya masih terpusat di daerah perkotaan.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Jasirah Race 2025, Ajak Peserta Viralkan Wisata Sejarah Jawa Tengah

"Jawa Tengah membutuhkan lebih banyak apoteker yang tersebar hingga ke desa-desa. Ini sangat penting untuk mendukung program layanan dokter spesialis keliling (speling) yang saat ini aktif menjangkau berbagai komunitas, termasuk sekolah, pesantren, dan rumah ibadah," ujar Taj Yasin.

Taj Yasin menekankan bahwa kehadiran dokter spesialis saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya pelayanan obat yang cepat dan tepat dalam mendukung keberhasilan program kesehatan.

"Apoteker harus terhubung dengan dokter dan fasilitas kesehatan lainnya. Jangan sampai pasien mendapatkan resep, tetapi tidak ada obat yang tersedia. Kita perlu solusi cepat untuk masalah ini," tegasnya.

Baca Juga: Red Phoenix Raih Juara Dua Piala Soeratin U-15 Askot Jakarta Timur, Kapten M. Islah Farid: Ini Baru Permulaan

Ia juga mengungkapkan cita-citanya untuk menciptakan sistem layanan kesehatan yang efisien, bahkan setara dengan negara-negara maju seperti Singapura dan Malaysia.

"Tahun ini kita mulai, dan dalam dua tahun ke depan, konektivitas antar rumah sakit dan apotek harus terwujud. Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari apoteker, saya yakin ini bisa tercapai," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Taj Yasin juga berharap agar IAI berperan aktif dalam mendampingi koperasi desa dalam penyediaan apotek, termasuk mengatasi isu obat kadaluarsa yang masih menjadi tantangan. 

Baca Juga: DPRD Jateng Tegaskan Tidak Boleh Ada Diskriminasi dalam Pelayanan Publik, Difabel Harus Diperhatikan

Ketua Pengurus Pusat IAI, Noffendri, mendukung pernyataan Taj Yasin dan menegaskan komitmen organisasinya untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama di tingkat desa.

"Keberhasilan program seperti speling perlu didukung oleh kolaborasi lintas profesi, termasuk peran aktif apoteker," ujarnya.

Noffendri menekankan bahwa IAI siap menjadi mitra strategis dalam mendampingi koperasi yang mengelola apotek desa, terutama melalui skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Halaman:

Tags

Terkini