Baca Juga: Strategi Jitu Bupati Jepara Langgengkan Ekspor Furniture di Tengah Efek Tarif Trump
Tazki menambahkan bahwa dukungan dari program ini sangat berarti, tidak hanya untuk mereka berdua, tetapi juga untuk meringankan beban orang tua.
"Saya bercita-cita menjadi pengusaha, sedangkan Fitri ingin menjadi guru,” ungkapnya optimis.
Rohmat, sang ayah, juga merasakan dampak positif dari program ini. “Kami merasa terbantu. Dengan kondisi kesehatan saya yang menurun, saya tidak perlu lagi khawatir soal biaya pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Baca Juga: Haul Adipati Tjitrosomo, Mas Wiwit Harap Masyarakat Mencontoh Leluhur Sebagai Teladan
Ia berharap kedua putrinya dapat tumbuh menjadi anak yang solehah dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan agama.
Dari sisi sekolah, Meilinda Estuningsih, Wakil Kepala Kesiswaan di SMA NU Maarif Kangkung, menyatakan bahwa program Sekolah Kemitraan sangat mendukung kemajuan pendidikan di wilayah Kecamatan Kangkung.
“Banyak masyarakat dari kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan untuk pendidikan, dan program ini sangat membantu agar anak-anak tidak putus sekolah,” jelasnya.
Baca Juga: 72.460 Siswa Miskin di Jateng Dapat Pendidikan Gratis, Pemprov : Semangat Belajar Ya
Saat ini, terdapat 14 siswa yang terdaftar dalam program Sekolah Kemitraan di SMA NU Maarif Kangkung, dari total kuota 36 siswa.
Mereka akan mendapatkan pendidikan yang setara dengan siswa reguler, tanpa ada perbedaan meskipun biaya ditanggung pemerintah.
“Kami perlakukan mereka sama dengan siswa non-kemitraan, agar tidak ada kesenjangan sosial di antara mereka,” tegas Meilinda.
Baca Juga: Habis Pemutihan Pajak, Terbitlah Operasi Penertiban, Bapenda Jateng : Tak Diskon Maka Tak Sayang
Program Sekolah Kemitraan ini sejalan dengan visi SMA NU Maarif Kangkung untuk memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Program Bapak Luthfi sangat sejalan dengan tujuan kami, yaitu memastikan semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang sama demi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,” pungkas Meilinda.