PANTURA NETWORK -- Di sebuah rumah sederhana di sudut gang kecil Desa Truko, dua gadis kembar, Fitriyatul Lutfiyah dan Tazkiyatul Lutfiyah, memancarkan semangat belajar yang tak terbendung.
Putri pasangan Rohmat dan Hidayah ini menunjukkan bahwa walau dalam keterbatasan, impian untuk meraih pendidikan tetap menyala.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar, si kembar melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) sambil menambah pengetahuan agama di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kangkung, Kendal.
Baca Juga: DPR RI dan BGN Ajak Warga Cilacap Awasi Program MBG, Waspadai Penipuan
Kini, setelah tiga tahun berjuang, mereka siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami sudah lulus MTs dan ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” ungkap Fitri saat dijumpai di rumahnya, Minggu (13/7/25).
Namun, keinginan itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
Baca Juga: Jepara Jadi Tuan Rumah Seri Pembuka Aquabike Championship 2025 Lintas Negara
Keluarga mereka hidup dalam kesederhanaan; ayah mereka seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibu mereka berkeliling menjajakan sayuran dan jajanan tradisional.
“Kami sadar betul kondisi ekonomi kami. Bapak bekerja keras, dan ibu setiap pagi menjajakan dagangan,” tambah Fitri.
Kendala finansial ini mulai teratasi ketika mereka mendapatkan informasi mengenai program Sekolah Kemitraan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Baca Juga: Satu Pelajar Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Pantai Bondo Jepara
Program ini dirancang untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan menengah dengan biaya yang ditanggung pemerintah.
Dengan program ini, Fitri dan Tazki akhirnya dapat melanjutkan pendidikan di SMA NU Ma’arif Kangkung tanpa harus memikirkan biaya.
“Alhamdulillah, kami beruntung menjadi salah satu penerima beasiswa ini,” ujar Tazki.
Artikel Terkait
Mulai Operasional Juli 2025, Sekolah Rakyat di Jateng Terus Disiapkan
Ini Tempat Wisata Edukasi Jepara yang Layak Dikunjungi saat Libur Sekolah, Bupati: Boleh ke Luar Kota Tapi Wajib Kunjungi Satu Destinasi Daerah
Groundbreaking Sekolah Rakyat di Jepara Dijadwalkan Oktober 2025, Tahun Depan Sudah Operasional
Bupati Jepara Witiarso Utomo Bertemu Wamensos RI Agus Jabo Priyono, Siap Sinergi Bangun Sekolah Rakyat dan Validasi Data PBI JK
Bupati Ngantor di Desa Batealit, Anak punk Akan Dimasukkan ke Sekolah Rakyat di Jepara, Digembleng Semi Militer