PANTURA NETWORK -- Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menghadiri acara santunan kepada anak yatim yang diselenggarakan oleh elemen masyarakat di Dusun Joho, Desa Wonoboyo, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung.
Acara dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial ini Minggu (6/7/25), berhasil menyantuni 480 anak yatim dari Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal, menunjukkan solidaritas masyarakat yang tinggi.
Pada kesempatan itu, Taj Yasin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan santunan ini untuk yang ke-21 kalinya.
Baca Juga: Sambut Pangdam Baru, Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Kebersamaan Membangun Daerah
Pihaknya menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama yang mendorong umat untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama.
"Dengan kegiatan ini, tentu meringankan tanggung jawab pemerintah. Kita semua memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk anak-anak kita," papar Taj Yasin.
Di hadapan ratusan anak yatim, Taj Yasin memberikan motivasi agar mereka tidak berkecil hati dengan status mereka. Karena banyak tokoh besar yang berhasil meski tumbuh dalam kondisi yatim, seperti Imam Ghazali dan Imam Syafii.
Baca Juga: CFD Pertama Desa Tulakan Disambut Meriah, Dukung UMKM dan Gairahkan Ekonomi Warga
"Rasul kita, Nabi Muhammad SAW, juga seorang yatim. Setelah kelahiran beliau, beberapa tahun setelahnya menjadi piatu. Ini adalah bukti bahwa status bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dan semangat belajar bagi anak yatim, agar mereka dapat menempuh setiap jenjang pendidikan dengan giat.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan dukungan yang diberikan oleh Wakil Gubernur.
Baca Juga: Kabar Baik, Anime Dandadan Season 2 Sudah Tayang
Agus Setyawan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah mengembangkan program sosial, seperti Rumah Singgah di Kota Semarang dan Yogyakarta.
Rumah Singgah ini dirancang untuk membantu masyarakat yang harus menjalani pengobatan di rumah sakit di dua kota tersebut serta untuk warga yang sedang mencari sekolah atau pekerjaan.
"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan," pungkas Agus.