PANTURA NETWORK -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak perguruan tinggi di wilayahnya untuk berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Ajakan ini disampaikannya dalam acara bertajuk 'Penguatan Strategi: Dream Team & Renstra yang Visioner,' yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) di Salatiga, Jumat (4/7/25).
Dalam pidatonya, Sumarno menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Keren! KSAL Cup Hiu Selatan International Hard Enduro Angkat Potensi Ekonomi Kendal
"Kami memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama dari akademisi. Masukan, ide, dan gagasan dari rekan-rekan di kampus ini sangat kami butuhkan," ujar Sumarno.
Ia juga menyoroti pentingnya kerjasama tematik yang spesifik agar kontribusi kampus dapat langsung menyasar pada permasalahan nyata di Jawa Tengah.
"Banyak persoalan riil yang dihadapi, mulai dari masalah pangan, industri, air baku, kerusakan lingkungan, hingga pengelolaan sampah. Ini bukan sekadar kerja sama, tetapi bentuk permintaan kami agar akademisi turut membantu menyelesaikan program-program ini," lanjutnya.
Baca Juga: Taj Yasin Apresiasi Jateng Karena Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat Jadi 79,98
Dekan Fakultas Teknik UNS, Wahyudi Sutopo, menegaskan bahwa forum ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara UNS dan Pemprov Jateng yang telah ditandatangani pada 17 Maret 2025.
"FT UNS mendapat mandat dari kerja sama itu, salah satunya untuk mendukung pengembangan kawasan Rawa Pening sebagai pengendali banjir dan pendukung wisata aglomerasi Borobudur. Kami telah mengusulkan program konkret dan akan mendiskusikannya lebih lanjut untuk pelaksanaan di lapangan," katanya.
Wahyudi juga menyampaikan bahwa FT UNS akan menerjunkan tim dari berbagai program studi untuk terlibat dalam evaluasi rumah layak huni di wilayah Jawa Tengah.
Baca Juga: Layanan Preservasi Arsip Kuno Dinas Arpus Meriahkan Jateng Fair 2025
Selain itu, fakultas ini juga memberikan perhatian besar terhadap isu aglomerasi transportasi berbasis listrik dan energi baru terbarukan sebagai langkah untuk menurunkan emisi karbon.
"Berbagai persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita harus duduk bersama dengan Pemprov, termasuk dengan Bappeda, agar pengerjaan program dapat masuk ke dalam perencanaan pembangunan daerah secara sistemik," tambah Wahyudi.
Artikel Terkait
Mendendangkan Nostalgia di Jateng Fair 2025
Balai Pengujian dan Peralatan DPUBMCK Jateng Lahirkan SMART BP2
Catat! ini Peluang Beasiswa Gratis di SPMB Tahap II Jateng
Layanan Preservasi Arsip Kuno Dinas Arpus Meriahkan Jateng Fair 2025
Taj Yasin Apresiasi Jateng Karena Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat Jadi 79,98