Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan dan puskesmas telah menunjukkan prestasi baik dengan lebih dari 50 persen ASN yang membayar zakat.
Namun, masih ada puskesmas dan sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) yang perlu ditingkatkan partisipasinya.
“Dari total 39 SMP, 24 di antaranya sudah memenuhi target di atas 50 persen. Kami berharap yang belum optimal dapat ditingkatkan sehingga potensi zakat bisa mencapai 100 persen demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kusdiyanto.