Jateng Tertinggi Nasional Cek Kesehatan Gratis, Speling Diusulkan Jadi Model Nasional

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:44 WIB
Jateng Tertinggi Nasional Cek Kesehatan Gratis, Speling Diusulkan Jadi Model Nasional
Jateng Tertinggi Nasional Cek Kesehatan Gratis, Speling Diusulkan Jadi Model Nasional

SEMARANG - Jawa Tengah mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Keberhasilan tersebut ditopang oleh integrasi layanan kesehatan berbasis jemput bola melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang kini diusulkan menjadi model nasional.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, dari 38 provinsi di Indonesia, Jawa Tengah menjadi daerah dengan jumlah peserta CKG terbanyak, mencapai lebih dari 10 juta warga. Capaian itu melampaui provinsi dengan jumlah penduduk lebih besar, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi kepada masyarakat berjalan sangat baik. Capaian CKG di sini paling tinggi secara nasional,” ujar Benjamin dalam rapat bersama DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, Jawa Tengah mencatat lebih dari 10 juta peserta CKG. Sementara Jawa Timur mencapai 6,8 juta peserta dan Jawa Barat 5,2 juta peserta.

Secara nasional, program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total 43.660.900 warga yang mendaftar, sebanyak 42.291.657 orang telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang duet Wagub Taj Yasin, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program CKG. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang menjadi program prioritas bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Menurut Luthfi, Speling dirancang untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis hingga ke pelosok desa dengan menerjunkan dokter-dokter spesialis secara langsung ke masyarakat. Program tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan CKG agar layanan kesehatan semakin mudah diakses warga.

“Program Speling melibatkan seluruh rumah sakit di Jawa Tengah, baik RSUD milik provinsi maupun kabupaten/kota. Kami juga menggandeng rumah sakit swasta untuk menerjunkan dokter spesialis dalam program ini,” kata Luthfi di Semarang, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, Speling tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga pemeriksaan oleh dokter spesialis untuk berbagai penyakit dan kelompok sasaran tertentu.

Layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan tuberkulosis (TBC), deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan antenatal care (ANC) bagi ibu hamil, layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kejiwaan.

“Secara tidak langsung dokter spesialis dapat melakukan deteksi dan antisipasi sejak dini. Seluruh layanan diberikan secara gratis. Program ini akan terus kami jalankan dan dikembangkan sebagai model pelayanan kesehatan berbasis desa,” ujar Luthfi.

Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan, pada 2025 jumlah pendaftar CKG mencapai 14.587.365 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.293.190 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.

Sementara pada 2026, jumlah pendaftar tercatat 11.004.804 orang dengan 10.787.321 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari integrasi program CKG dengan Speling yang diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X