Sedekah Bumi Telukwetan 2026 Angkat Gunungan Anyaman, Upaya Lestarikan Warisan Desa Sejak 1970-an

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 12 April 2026 | 20:55 WIB
Tradisi sedekah bumi di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, kembali digelar meriah pada Minggu (12/4/2026). (Pantura Network/Marko Komar)
Tradisi sedekah bumi di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, kembali digelar meriah pada Minggu (12/4/2026). (Pantura Network/Marko Komar)

PANTURA NETWORK -- Tradisi sedekah bumi di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, kembali digelar meriah pada Minggu (12/4/2026).

Tahun ini, perayaan tidak hanya menjadi wujud syukur masyarakat, tetapi juga panggung promosi kerajinan anyaman khas desa yang telah bertahan sejak era 1970-an.

Petinggi Desa Telukwetan, Budi Santosa menyampaikan, konsep sedekah bumi 2026 sengaja mengangkat gunungan hasil bumi yang dipadukan dengan kreasi anyaman.

Baca Juga: ASN Jateng Harus Bergerak Cepat, Luthfi Dorong Budaya Kerja Responsif

Berbagai bentuk unik ditampilkan, mulai dari burung garuda, ayam, hingga merak, yang seluruhnya dibuat dari bahan alami maupun sintetis.

"Ini bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya mengayubagyo tahun 2026. Desa kami dikenal sebagai desa anyaman, jadi kami ingin mengangkat identitas itu," papar Budi Santosa.

Arak-arakan gunungan menjadi pembuka rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari. Gunungan yang diarak oleh warga dari masing-masing RT nantinya akan dikembalikan ke lingkungan masing-masing untuk kemudian diolah bersama dalam kegiatan memasak pada malam hari.

Nampak salah satu arak-arakan saat tradisi sedekah bumi di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, pada Minggu (12/4/2026).
Nampak salah satu arak-arakan saat tradisi sedekah bumi di Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, pada Minggu (12/4/2026). (Pantura Network/Marko Komar)

Baca Juga: Sedekah Bumi Desa Banyuputih Diramaikan Karnaval Budaya dan Pengajian Akbar, Petinggi Desa Banyuputih Joko Prakoso Apresiasi Warga Seguyup Rukun

Selain sebagai tradisi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan menghidupkan kembali sektor kerajinan anyaman yang belakangan mengalami penurunan omzet.

"Anyaman ini bukan sekadar budaya, tapi juga sumber ekonomi warga. Dengan kegiatan ini, kami ingin mendorong kembali minat masyarakat dan pasar," imbuhnya.

Rangkaian sedekah bumi Telukwetan berlangsung selama beberapa hari hingga Rabu malam. Pada hari pertama, Minggu (12/4), kegiatan diawali dengan arak-arakan gunungan anyaman dan hasil bumi pukul 08.00 WIB, dilanjutkan selametan di tiga punden desa pada pukul 15.30 WIB, serta tradisi obor-obor di empat penjuru desa selepas Maghrib.

Baca Juga: Festival Tongtek Jepara 2026 Sedot Ribuan Penonton, Tradisi Sahur Disulap Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda

Agenda berlanjut pada Selasa (14/4) dengan kirab Grebeg Tumpeng Telon yang dimulai dari Gumuk Telon menuju balai desa pukul 18.45 WIB, disusul selametan di balai desa pukul 21.00 WIB.

Nampak sejumlah masyarakat turut serta dalam tradisi sedekah bumi Desa Telukwetan Jepara, Minggu (12/4/2026).
Nampak sejumlah masyarakat turut serta dalam tradisi sedekah bumi Desa Telukwetan Jepara, Minggu (12/4/2026). (Pantura Network/Marko Komar)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X