Tradisi Manganan di Desa Kawak Menjadi Daya Tarik Wisata Kultural

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 5 Mei 2025 | 13:13 WIB
SPIRIT : sejumlah warga Desa Kawak dalam menjaga tradisi, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)
SPIRIT : sejumlah warga Desa Kawak dalam menjaga tradisi, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Ribuan warga Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, menggelar tradisi kirab buka luwur dan manganan dengan tujuan menjaga melestarikan budaya, Minggu (4/5/25) malam.

Pada agenda ini dipimpin oleh Eko Heri Purwanto, Petinggi Desa Kawak. Adapun rangkaiannya dimulai dengan kirab dari Petilasan Demang Subuh menuju Punden Buyutan.

Sewaktu perjalanan kirab dengan jarak tempuh dua kilometer ini diwarnai oleh bunyi gong yang dipukul tiga kali sebagai tanda pembukaan acara.

Baca Juga: Apel Ansor Banser dan Kemah Bakti di Jepara, Mas Wiwit : Manifestasi Nyata Wawasan Kebangsaan

Gong tersebut kemudian diarak bersama jondang yang berisi sesaji, makanan, dan kain kafan menuju Punden Buyutan. Meski diadakan pada malam hari, acara ini berhasil menarik antusiasme masyarakat yang tinggi.

Eko Heri Purwanto menjelaskan bahwa tradisi ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan menjaga ketahanan pangan.

"Tradisi ini kita lakukan setelah panen raya sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil panen di desa kami," ujarnya.

Baca Juga: Resmi Ditutup, Peringatan Hardiknas Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ia menambahkan bahwa leluhur telah memberikan contoh dalam pengelolaan pangan, yang sejalan dengan program pemerintah pusat terkait peningkatan ketahanan pangan.

Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian sedekah bumi Desa Kawak. "Sore tadi, hampir 1.000 warga berkumpul untuk manganan di makam Mbah Wali Kawak, dan malam ini dilanjutkan dengan buka luwur dan manganan di Punden Buyutan," imbuh Eko Heri.

Azzatin (30), salah satu warga yang berpartisipasi, mengungkapkan kegembiraannya dapat makan bersama warga lainnya. "Semoga ke depan acaranya semakin baik dan hasil panennya makin melimpah," harapnya.

Baca Juga: Aksi Cepat Bupati Jepara Tangani Kasus Predator Seksual, Pro Aktif Kesehatan Mental Korban

Punden Buyutan dipercaya sebagai makam seorang tokoh besar dan leluhur Desa Kawak, yang hingga kini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai kota.

Acara manganan dan buka luwur ini dihadiri oleh tokoh adat, RT/RW, dan warga se-Desa Kawak, menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X