Sepanjang Tahun 2025, Lebih dari 2.700 Orang Jepara Pegatan, Ada Apa?

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 1 Januari 2026 | 20:36 WIB
Ilustrasi perceraian (Form freepik)
Ilustrasi perceraian (Form freepik)

PANTURA NETWORK -- Angka pegatan atau perceraian di Kabupaten Jepara menunjukkan tren meningkat sepanjang tahun 2025, mencerminkan dinamika kehidupan rumah tangga yang menjadi sorotan masyarakat dan pemangku kebijakan.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Jepara mengindikasikan total lebih dari 2.700 kasus perceraian yang diputus sepanjang 2025, naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut catatan putusan dari Direktorat Putusan Mahkamah Agung RI yang diolah sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 2.739 perkara perceraian yang diputuskan oleh PA Jepara hingga akhir tahun 2025.

Baca Juga: Ketika Surya Menjadi Tenaga, Asa Baru di Kepungan Rob Sayung

Data lebih rinci dari sistem informasi perkara Pengadilan Agama Jepara juga menunjukkan puluhan kasus cerai gugat yang masuk setiap bulannya hingga Desember 2025.

Analisis tren ke arah peningkatan serupa juga terlihat dari semester pertama laporan akta cerai yang dipublikasikan Disdukcapil Jepara, yang menunjukkan permintaan dokumen cerai yang terus berlangsung sepanjang 2025.

Meski data resmi Kabupaten Jepara Dalam Angka 2025 dari BPS belum merinci statistik perceraian secara bulanan tahun ini, catatan sebelumnya menunjukkan pergeseran jumlah kasus dari tahun ke tahun.

Baca Juga: PGN Boyong Apresiasi BPH Migas 2025, Dedikasi Konkret Penyediaan Energi untuk Negeri

Misalnya di tahun 2024, 2.015 kasus perceraian dilaporkan di PA Jepara dengan mayoritas cerai gugat dari istri. Sebelumnya pada 2023, tercatat angka di atas 2.100 perkara.

Tren ini menandakan konsistensi kecenderungan perceraian yang tinggi di Jepara, bahkan mengalami akumulasi kasus yang terus bertambah sepanjang 2025.

Faktor Penyebab Utama

Berdasarkan wawancara dan pengamatan pada putusan serta alasan yang sering diajukan pihak yang bercerai di PA Jepara, beberapa faktor dominan meliputi :

Baca Juga: Pompa Surya Bekerja, Rob Perlahan Mundur

Pertama, permasalahan komunikasi rumah tangga - termasuk argumen berulang dan konflik pribadi - sering menjadi alasan utama perceraian. Ini sesuai dengan yang tercatat dalam sejumlah putusan kasus sepanjang 2025.

Kedua, masalah finansial tetap menjadi pemicu signifikan dalam keputusan untuk bercerai. Tekanan kebutuhan hidup, utang, dan stres ekonomi memicu keretakan hubungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X