Baca Juga: Pariwisata Jateng Makin Terbuka, Taj Yasin Resmikan Penerbangan Semarang–Kuala Lumpur
"Awalnya dia takut, tetapi setelah satu malam di pesantren, pandangannya berubah. Dia merasakan keramahtamahan dan toleransi yang membuatnya merasa aman," kenangnya.
Acara berakhir dengan doa bersama untuk Jepara dan Indonesia, agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga langkah konkret menuju masyarakat yang saling menghargai dan memahami.
Artikel Terkait
Mahasiswa Magang Asal Desa Kaligarang Jepara Ditemukan Meninggal Dunia di Tanjung Palas Dumai
Pelajar, Mahasiswa, Ormas Hingga Forkopimda Jepara Deklarasi Tolak Aksi Anarkis, Akan Diperluas Hingga Tingkat Desa
Perluas Pangsa Pasar Ukir Mebel di Timteng dan Afrika, Jepara Gelar TATAH, Ikuti IFEX dan INDEX Dubai 2026
Tangis Haru Warnai Parenting Day, Anak-Anak Peserta Demo di Jepara Dikembalikan ke Pelukan Orang Tua
Pekerja Campursari Jepara Mengeluh Nganggur, Kecam Aksi Mahasiswa yang berujung Anarkis, Bakar dan Jarah Gedung DPRD Jepara