Hebat! Siswa SMPN 3 dan SMP Maria Goretti Juara 2 di World Robot Olympiad 2025 Surabaya

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Senin, 25 Agustus 2025 | 06:41 WIB
POTRET : Dua pelajar muda asal Semarang, Tazkiyat Annafsi Hilmia Falah (13) siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Semarang, dan Christian Laurent Fernan (13), siswa kelas 8 SMP Maria Goretti, Sabtu (23/8/2025). (Istimewa for Pantura Network )
POTRET : Dua pelajar muda asal Semarang, Tazkiyat Annafsi Hilmia Falah (13) siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Semarang, dan Christian Laurent Fernan (13), siswa kelas 8 SMP Maria Goretti, Sabtu (23/8/2025). (Istimewa for Pantura Network )

PANTURA NETWORK -- Kebanggaan mencuat di wajah dua pelajar muda asal Semarang, Tazkiyat Annafsi Hilmia Falah (13) siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Semarang, dan Christian Laurent Fernan (13), siswa kelas 8 SMP Maria Goretti.

Keduanya berhasil mengharumkan nama Kota Semarang dengan meraih Juara 2 di ajang bergengsi World Robot Olympiad (WRO) Indonesia 2025.

Kompetisi robotik tingkat nasional ini berlangsung ketat pada 22 hingga 24 Agustus 2025 di Gedung Pusat Robotika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Baca Juga: Peserta Mlaku Bareng Membludak, Sekda Jepara Ary Bachtiar Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat

Berkecimpung di kategori Entry Level Robomission Junior, duet Tazya (sapaan Tazkiyat) dan Fernan bersaing melawan 25 tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka dituntut untuk merakit robot yang mampu menyelesaikan misi-misi spesifik di atas arena, sebuah ujian nyata kreativitas dan ketangkasan teknis di bawah tekanan waktu.

Bagi Tazya, prestasi ini bukanlah kebetulan melainkan hasil dari proses panjang yang dipenuhi dedikasi dan latihan. Sejak dini, putri kedua dari pasangan Abrori dan Pipiet ini sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia teknologi.

Baca Juga: Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso Hadiri Gala Dinner HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Perkuat Sinergi Polri dan Pemerintah Daerah

Ia menjelaskan, bakatnya semakin terasah berkat bimbingan Mr. Adrin Paramudita dari Robotics Education Centre Semarang, yang menjadi mentor dan pengarah teknis utama tim ini.

"Awalnya saya hanya ingin mencoba, tapi ternyata dengan latihan rutin dan dukungan dari guru serta teman-teman, saya bisa sampai di titik ini. Senang sekali bisa membawa nama baik SMPN 3 Semarang dan tentunya bangga bisa bekerja sama dengan Fernan," papar Tazya, Senin (25/8/2025).

Meski berasal dari sekolah yang berbeda, kolaborasi antara Tazya dan Fernan terbukti menjadi kunci sukses mereka. Kemampuan teknis dan strategi yang matang membawa mereka unggul hingga akhirnya mengamankan posisi Juara 2, hanya selisih tipis dari peraih Juara 1.

Baca Juga: Touring Seru Gubernur Jateng Sambil Penyaluran Bansos di Desa Babalan

Guru pembimbing sekaligus pelatih, Mr. Adrin Paramudita mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam atas capaian anak didiknya.

"Tazya dan Fernan adalah contoh nyata bahwa dengan disiplin dan ketekunan, siswa SMP pun bisa menembus kompetisi sekelas WRO. Ini bukan hanya soal merakit robot, tetapi juga tentang memecahkan masalah, bekerja sama, dan mengelola tekanan. Saya harap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain, baik di SMPN 3, SMP Maria Goretti, maupun di seluruh Semarang, untuk berani bermimpi besar dan serius mengejar minat di bidang teknologi," jelas Mr. Adrin.

Lebih lanjut, kata dia, keberhasilan Tazya dan Fernan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi diri mereka dan keluarga, tetapi juga bagi sekolah asal mereka, SMPN 3 Semarang dan SMP Maria Goretti, serta bagi seluruh Kota Semarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X